Kata Bos SOFA Soal Volatilitas Saham, Efek Ikut Tender Danantara?
Showroom PT Boston Furniture Industries Tbk (SOFA) di Plaza Indonesia, Jakarta
EmitenNews.com - PT Solusi Environment Asia Tbk (SOFA), yang baru-baru ini mengumumkan perubahan nama dari sebelumnya PT Boston Furniture Industries Tbk, menyampaikan klarifikasi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) terkait volatilitas transaksi efek pada saham Perseroan. Penjelasan tersebut disampaikan manajemen melalui surat tertanggal 12 Januari 2026.
Manajemen SOFA menyebutkan bahwa pergerakan saham Perseroan diduga berkaitan dengan langkah strategis ekspansi usaha ke sektor energi terbarukan. Ekspansi ini dijalankan melalui anak usaha, PT Parivarta Energi Nusantara (PEN).
Dalam surat penjelasan yang ditandatangani oleh Direktur SOFA Ezra Mohammed Dhanaguna, Perseroan mengungkapkan bahwa PEN telah membentuk konsorsium internasional bersama Hunan Construction Engineering Group Co. dan Kintan Usahasama Sdn. Bhd.
Konsorsium tersebut mengikuti proses tender proyek Waste-to-Energy (WTE) yang diselenggarakan oleh PT Danantara Investment Management (Persero).
Lebih lanjut, Ezra menyatakan, proses tender tersebut masih berlangsung untuk beberapa lokasi hingga saat ini. Perseroan menyatakan masih menunggu pengumuman resmi terkait hasil tender tersebut.
“Hingga surat klarifikasi disampaikan, belum terdapat keputusan final terkait pemenang tender,” tulisnya.
Manajemen menjelaskan bahwa apabila konsorsium dinyatakan sebagai pemenang, Perseroan akan melakukan tindakan korporasi berupa pembentukan perusahaan baru atau joint venture bersama anggota konsorsium lainnya. Entitas tersebut nantinya akan bertugas mengeksekusi proyek Waste to Energy dimaksud.
Namun demikian, Perseroan menegaskan bahwa hingga saat ini belum terdapat kepastian realisasi atas rencana tindakan korporasi tersebut. Selain informasi tersebut, manajemen menyatakan tidak mengetahui adanya fakta material lain yang dapat mempengaruhi nilai efek Perseroan dan belum diungkapkan kepada publik.
SOFA, emiten pengolahan mebel berbahan dasar kayu dan logam bersiap mengembangkan sayap ke sektor energi terbarukan. Langkah ini menjadi bagian dari strategi ekspansi pasca pengambilalihan Perseroan oleh pemegang saham pengendali baru.
Perubahan pengendali baru seiring masuknya PT Asia Investment Capital usai merampungkan transaksi jual beli saham pada 24 Oktober 2025 dengan Hardy Satya, Yohan Satya, dan Dimas Adiyasa Wiryaatmaja selaku penjual. Porsi saham pengendali yang ditransaksikan sebanyak 70,96 persen dengan total nilai transaksi sebesar Rp24,64 miliar.
Sebagai informasi, Bursa Efek Indonesia (BEI) telah menetapkan status Unusual Market Activity (UMA) terhadap saham SOFA yang berlaku efektif Jumat, 9 Januari 2026. BEI menyatakan, Penetapan UMA dilakukan menyusul terjadinya pergerakan harga dan aktivitas transaksi yang dinilai tidak lazim dibandingkan pola perdagangan pada umumnya.
Perdagangan Saham SOFA memang mengalami fluktuasi sejak awal tahun hingga saat ini. Harganya bergerak di kisaran Rp450 hingga Rp505 per saham.
Pada penutupan perdagangan sesi I hari ini, SOFA terpantau merosot 18 poin atau 3,63 persen ke level Rp478 per saham. Namun, secara year to date (ytd) saham ini mencatatkan kenaikan 92 poin atau 23,83 persen.
Related News
UNTD Serap Rp226,7 Miliar Dana IPO, Sisanya Masih Parkir di BCA
Bank Jatim Habiskan Obligasi Rp2 Triliun untuk Ekspansi Kredit
Kabar Ratu Prabu Energi, dari Kinerja hingga Histori jadi Saham Rp2
Dilego Chengdong hingga Rp1,41 Triliun, Harga Saham BUMI Ambrol
Incar Pertumbuhan Double Digit, Ini Beragam Upaya Jasuindo (JTPE)
Jaga Keandalan Pabrik, TPIA Lakukan Tindakan Ini





