Kawal Jaringan Huawei, Ini Ruang Lingkup Kerja Personel Alih Daya (PADA)

EmitenNews.com - Personel Alih Daya (PADA) mendapat mandat dari Huawei Tech Investment (HTI) memelihara jaringan. Yaitu, mencakup wilayah Jabotabek bagi operator Indosat Ooredoo Hutchison (ISAT). Tambahan pekerjaan dari Huawei itu, melengkapi kerja sama pada Maret 2023 lalu.
Perseroan terpilih untuk mensupport Huawei dalam pemeliharaan jaringan telekomunikasi. Pekerjaan mencakup preventive maintenance, Corrective Maintenance, dan pekerjaan tambahan macam pemeliharaan site core, tower maintenance, battery maintenance, dan manage service technical equipment (TE).
Pekerjaan itu, sangat krusial dan harus memenuhi standar yang ditentukan. Itu penting untuk mendukung jaminan kualitas jaringan sangat vital bagi para operator telekomunikasi seluler. ”Pelayanan dan support terhadap Huawei telah teruji, dan terbukti menangani hal-hal kritikal, sehingga perseroan ditunjuk untuk penambahan pekerjaan managed services tersebut,” tutur Suwignyo, Direktur Utama Personel Alih Daya.
Selanjutnya, bilang Suwignyo, perseroan akan melakukan ekspansi seluruh lini bisnis. Perseroan akan fokus menggarap lini bisnis technical service alias pemeliharaan jaringan dan peralatan telekomunikasi. Itu karena lini bisnis tersebut memiliki potensi pasar sangat menjanjikan.
Itu didukung dengan pertumbuhan sektor industri telekomunikasi sangat positif, dan memiliki skala bisnis besar. Para operator telekomunikasi terus melakukan perluasan atau modernisasi jaringan seluruh wilayah Indonesia. ”Jadi, kami siap bermitra, mendukung penyedia infrastruktur, dan pelayanan jaringan telekomunikasi dengan kualitas pelayanan terbaik,” tegasnya. (*)
Related News

Pengendali IDPR Belum Berhenti Borong Saham, Ada Apa?

Emiten TP Rachmat (ASSA) Cetak Laba Melonjak di 2024

Nusa Raya Cipta (NRCA) Bukukan Pendapatan Rp3,3T Sepanjang 2024

Penjualan Oke, Laba ENAK 2024 Tergerus 16 Persen

Melejit 708 Persen, Pendapatan BEEF 2024 Sentuh Rp4,93 Triliun

Rugi Menipis, Emiten Sri Tahir (SRAJ) 2024 Defisit Rp542 Miliar