EmitenNews.com—PT Toba Pulp Lestari Tbk (INRU) menghentikan operasi pabrik pulp atau bubur kertas perseroan sejak tanggal 1 Februari hingga 20 Maret 2023 karena kekurangan bahan baku berupa kayu.
Mengutip keterangan resmi emiten kertas ini pada laman Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (3/2/2023) bahwa penghentian operasi itu mengakibatkan kerugian.
“Perseroan kehilangan hasil produksi selama penghentian sementara,” tulis manajemen INRU.
Untuk diketahui, dalam sembilan bulan tahun 2022, INRU tercatat membukukan penjualan senilai USD119, 99 juta atau tumbuh tipis dibanding periode sama tahun 2021 yang tercatat senilai USD118,22 juta.
Jelasnya, 100 persen penjualan merupakan penjualan bubur kertas.
Related News
3 Saham Dipantau BEI: 2 Lanjut Merosot usai UMA, 1 Ngacir ARA
Nawasena Caplok 66,58 Persen, Saham IDEA Langsung Meroket
Penuhi Free Float 15 Persen, MBAP Sodorkan Tahapan Berikut
Beredar di FCA, Saham Baru Buka Suspensi Ini Melejit ARA
Saham ARB Berjilid-Jilid dan 2 Saham Naik Ekstrem Akhirnya Disuspensi!
Diskon Gede, Pengendali Jual Puluhan Juta Saham MGLV





