Kejar Investor ke China, Purbaya Klaim Dunia Percaya Fiskal Indonesia
:
0
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan hal itu, usai membawa komitmen pendanaan jumbo dari Asian Infrastructure Investment Bank (AllB) dan dukungan dari People's Bank of China (PBOC) penerbitan obligasi Panda Bond di Negeri Tirai Bambu. Dok. Kemenkeu.
EmitenNews.com - Tinggi kepercayaan dunia internasional terhadap fiskal Indonesia. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan hal itu, usai membawa komitmen pendanaan jumbo dari Asian Infrastructure Investment Bank (AllB) dan dukungan dari People's Bank of China (PBOC) penerbitan obligasi Panda Bond di Negeri Tirai Bambu.
Dalam keterangan yang dikutip Ahad (21/6/2026), diketahui dalam pertemuannya bersama AIIB, Purbaya berhasil mengamankan komitmen pendanaan USD17 miliar atau sekitar Rp303,04 triliun (kurs Rp17.826). Komitmen pendanaan ini akan dialokasikan untuk proyek pembangunan nasional periode 2025-2029.
"Komitmen pendanaan senilai USD17 miliar dari AlIB untuk mendukung berbagai proyek pembangunan nasional selama periode 2025-2029," ujar Menkeu Purbaya, dikutip dari Instagram @menkeuri.
Demikian salah satu capaian utama dalam pertemuan bilateral antara Menkeu dengan jajaran pimpinan AllB di Beijing, China. Selain itu, Purbaya juga mendapat sinyal positif terkait rencana ekspansi AllB di Indonesia. Ekspansi mencakup pembukaan kantor perwakilan di Jakarta untuk mempererat koordinasi.
Menurut Purbaya, AllB menyampaikan minat untuk membuka kantor perwakilan di Jakarta guna memperkuat kerja sama dan meningkatkan efektivitas koordinasi pelaksanaan proyek-proyek yang didukung oleh lembaga tersebut, sehingga semakin mempererat kemitraan strategis antara Indonesia dan AlIB.
Indonesia juga mendapat dukungan penerbitan Panda Bond di China. Dukungan itu penting untuk memperluas akses pembiayaan dan memperkuat kepercayaan pasar terhadap perekonomian Indonesia.
"Hasilnya cukup baik. Kita bertemu Menteri Keuangan Tiongkok, People's Bank of China dan juga para investor di sini. Dukungan yang diberikan kepada Indonesia sangat kuat," ujar Purbaya dalam keterangan tertulis.
Purbaya mengklaim baik Kementerian Keuangan China maupun PBOC menunjukkan komitmen kuat untuk mendukung proses penerbitan surat utang tersebut. "Bahkan ketika bertemu PBOC, kami meminta percepatan perizinan. Mereka menyampaikan bahwa begitu dokumen pengajuan resmi masuk, prosesnya segera dipercepat."
Penerbitan Panda Bond merupakan bagian dari strategi diversifikasi sumber pembiayaan pembangunan nasional agar tidak bergantung pada satu mata uang atau satu pasar keuangan tertentu. ***
Related News
Bahlil Ungkap Listrik Padam Tanggung Jawab PLN, Soal Batu Bara Aman
Rupiah Goyang, Analis Bandingkan dengan Krisis 1998-2020 hingga Kini
Pasar RI Makin Ramah pada Mobil Asal China, Cek yang Paling Laris
Pemadaman Listrik Bergilir Masih Terjadi, Ini Janji PLN
Rabbani Khatulistiwa 2026, Upaya Kalbar Tumbuhkan Ekonomi Syariah
Transaksi Pariwisata di Indonesia Wajib dalam Rupiah, Simak Aturan BI





