EmitenNews.com - Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ditutup menguat pada perdagangan Senin, 10 Agustus 2026, di level Rp17.769 per dolar AS. Angka penutupan ini menunjukkan penguatan 32 poin atau sekitar 0,18 persen jika dibandingkan dengan posisi penutupan perdagangan pekan sebelumnya di Rp17.801 per dolar AS.

Katalis utama penguatan mata uang Garuda dari dalam negeri bersumber dari pengajuan resmi nama Destry Damayanti sebagai calon tunggal Gubernur Bank Indonesia (BI) oleh Presiden kepada DPR RI. Langkah ini meredakan ketidakpastian transisi kepemimpinan bank sentral pascamundurnya Perry Warjiyo, sekaligus memberi sinyal positif bagi kestabilan pasar valuta asing di tengah melandainya indeks dolar AS.

Di tingkat regional, performa rupiah mencatatkan penguatan terhadap dolar AS yang terbilang lebih unggul dibandingkan beberapa mata uang negara tetangga. Mengutip data Refinitiv, penguatan rupiah sebesar 0,18 persen melampaui apresiasi ringgit Malaysia yang menguat 0,08 persen dan dolar Singapura yang menguat 0,05 persen terhadap dolar AS. Tren positif rupiah ini berjalan seirama dengan penguatan mata uang Asia lainnya seperti baht Thailand dan yen Jepang yang sama-sama menguat menghadapi greenback.

Direktur PT Laba Forexindo Berjangka, Ibrahim Assuaibi, menilai kepastian pengajuan kandidat pimpinan bank sentral memberikan kepastian arah kebijakan moneter. "Pengajuan nama Destry Damayanti meredakan spekulasi pasar pascamundurnya gubernur sebelumnya, sehingga memperkuat kepercayaan investor terhadap stabilitas Rupiah," ujarnya.

Berdasarkan data Bank Indonesia (BI.go.id), pergerakan rupiah sepanjang sesi perdagangan hari ini berada pada rentang Rp17.734 per dolar AS hingga level tertinggi Rp17.827 per dolar AS.(*)