Kembali Koreksi, IHSG Menuju Level 6.900
Petugas kebersihan menyisir teras depan Bursa Efek Indonesia. FOTO - ISTIMEWA
EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhir perdagangan kemarin anjlok 1,84 persen menjadi 6.977. Pelemahan IHSG sebagai respons pasar terhadap pernyataan Jerome Powell. Ya, bos The Fed itu, mengatakan The Fed akan cenderung moderat di tahun 2025.
Selain itu, nilai tukar Rupiah terus mengalami koreksi ke level Rp16.285 per dolar Amerika Serikat (USD). Secara teknikal, IHSG membentuk gap down yang diiringi dengan negative slope terus melebar. Oleh karena itu, sepanjang perdagangan Jumat, 20 Desember 2024, IHSG akan menguji support 6.900, dan resistance 7.100.
Selanjutnya, pasar global menanti rilis data inflasi dari sisi konsumen AS Desember 2024 dengan perkiraan meningkat menjadi 2,50 persen YoY dari November 2024 di kisaran 2,30 persen. Data inflasi itu, mengindikasikan pemulihan ekonomi AS setelah The Fed memangkas suku bunga cukup agresif akhir 2024.
Sementara itu, pasar regional menanti rilis data Loan Prime Rate (LPR) China edis Desember 2024 untuk jangka waktu 1 tahun dan 5 tahun dengan perkiraan stabil di level 3,10 persen, dan 3,60 persen YoY. Itu menunjukkan komitmen China guna menjaga keseimbangan pertumbuhan ekonomi, dan pengendalian inflasi.
Menilik data itu, Phintraco Sekuritas menyarankan pelaku pasar untuk mengoleksi sejumlah saham berikut. Yaitu, Pertamina Geothermal Energy (PGEO), Indofood CBP (ICBP), Indocement (INTP), Telkom Indonesia (TLKM), dan Elang Mahkota alias Emtek (EMTK). (*)
Related News
IHSG Sepekan Menghijau, Tapi Risiko Masih Mengintai
Produksi Jagung Pangan Untuk Industri Digenjot, Targetnya 18 Juta Ton
Wamenkeu: Tarif Layanan Seharusnya Bukan Fokus Cari Untung
Aset Perbankan Syariah Capai Angka Tertinggi Sepanjang Masa
Sektor Halal Value Chain Tumbuh 6,2 Persen Pada 2025
PTBA Targetkan Kapasitas Produksi 100 Juta Ton





