EmitenNews.com - Indonesia Infrastructure Finance (IIF) mengklaim meraih potensi keuntungan hasil investasi pada Nusantara Infrastructure (META) senilai Rp218,87 miliar. Itu dari nilai wajar pelaksanaan penawaran wajib emiten Salim Group tersebut Rp362,81 miliar dengan pelaksanaan tender offer Rp250 per lembar.
IIF membeli 1.523.567.500 atau 10 persen saham seharga Rp250 per lembar pada Oktober 2018 sebesar Rp380,89 miliar. Sejalan dengan itu, IIF membukukan laba bersih Rp104,15 miliar pada 2023, atau tumbuh 26,8 persen dibanding 2022 terbilang Rp82,981 miliar.
Hasil itu mendongkrak laba per saham ke level Rp52 per lembar pada akhir 2023 dari akhir 2022 berada di level Rp41 per helai. "Pendapatan tumbuh 15,4 persen secara tahunan menjadi Rp1,336 triliun," tegas Reynaldi Hermansjah, Presiden Direktur IIF.
Penopangnya, pendapatan bunga meningkat 13,3 persen secara tahunan menjadi Rp1,232 triliun. Total beban usaha bengkak 12,5 persen secara tahunan menjadi Rp1,201 triliun. Laba usaha tetap terkerek 50 persen menjadi Rp135,46 miliar.
Data tersebut tersaji dalam laporan keuangan tahun 2023 telah audit IIF pada laman Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (15/2/2024). Penyaluran pinjaman setelah dikurangi cadangan kerugian penurunan nilai susut 7,7 persen menjadi Rp11,554 triliun. Liabilitas turun 10,3 persen menjadi Rp12,721 triliun. (*)
Related News

CMNP Mau Borong 10 Persen Saham di Pasar, Ini Alasannya

BRI Raih 2 Penghargaan The Asset Triple A atas Konsistensi ESG

Laba Tumbuh Moderat, 2024 Pendapatan BELL Sentuh Rp585 Miliar

Pendapatan Drop, DILD 2024 Tabulasi Laba Rp174,76 MiliarĀ

Melambung 295 Persen, WIFI 2024 Gulung Laba Rp231 Miliar

Laba dan Pendapatan Tumbuh, Ini Kinerja GOLF 2024