EmitenNews.com - Ekonom Adrian Wijanarko menilai kabar kenaikan pajak pertambahan nilai (PPN) dari 11% menjadi 12% mulai Januari 2025 merupakan kabar buruk bagi gen Z dan milenial.


"Kabar buruk ini berkenaan tekanan yang sudah mereka rasakan, yakni tekanan internal untuk bisa mandiri secara ekonomi/finansial, dan tekanan sosial lainnya," kata Adrian yang juga Ketua Prodi Manajemen Universitas Paramadina pada Webinar bertema “PPN 12% : Solusi atau Beban Baru?” di Jakarta, pekan ini.


Selain itu ada pula tekanan eksternal berupa ketidakpastian ekonomi global dan persaingan kerja, tekanan sektor perbankan, dan kebijakan pemerintah.


"Tekanan-tekanan di atas mau tidak mau akan berdampak pada kesiapan mental mereka dalam rangka menyambut era generasi emas Indonesia," timpalnya.


Adrian menambahkan harga barang dan jasa yang naik karena beban pajak meningkat juga akan menyebabkan gen Z dan milenial selektif dalam pengeluaran dan menekan seminimal mungkin pengeluaran.


"Kecenderungan ke depan gen z/milenial akan banyak menabung utk biaya pendidikan, property dan investasi," tandasnya.


Dari sisi financial behaviour berkenaan kenaikan PPN 12% itu menurutnya juga bepengaruh terhadap perilaku konsumsi dan pilihan-pilihan strategi keuangan gen Z/milenial ke depan.(*)