EmitenNews.com - DJIA ditutup flat sebesar +0,20% pada hari Kamis (25/07), sementara S&P 500 melemah (-0,51%) dan Nasdaq (-0,93%). Wall Street ditutup relatif lebih rendah karena investor mencerna hasil beragam dari pembacaan indikator ekonomi sebelum memutuskan posisi dalam ekspektasi penurunan suku bunga.


Pengeluaran Konsumsi Pribadi (PCE) riil meningkat menjadi 2,3% YoY di 2Q24 (vs 1,5% di 1Q24), menunjukkan daya beli yang lebih kuat. Sementara itu klaim pengangguran awal dilaporkan sebesar 235.000 per 20 Juli, lebih rendah dari 245.000 pada periode sebelumnya, menandakan pasar kerja yang lebih lemah.


Pasar akan menunggu lebih banyak bukti dari beberapa hasil ekonomi makro hari ini, seperti: 1) Indeks Harga PCE Inti AS Jun-2024; 2) Sentimen Konsumen Michigan AS Final Jul-2024; 3) Ekspektasi Inflasi Michigan AS Final Jul-2024.


Bank Dunia memperkirakan bahwa ekonomi Indonesia akan terus tumbuh sebesar 5% di FY24E, sementara pertumbuhan ekonomi dunia diperkirakan berada pada kisaran 2,6-2,7%. MNC Sekuritas menilai proyeksi optimis Bank Dunia menunjukkan apresiasi terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia yang stabil yang berada di atas 5%.


"Pada 1Q24, ekonomi kita tumbuh sebesar 5,11%, dengan tingkat inflasi 2,51 pada Jun-2024. Prospek ini sejalan dengan target pemerintah untuk mencapai pertumbuhan PDB sebesar 5,2% di FY24E dan antara 5,1%-5,5% di FY25F, didukung oleh rencana alokasi belanja negara yang lebih tinggi dalam belanja sosial," ulas MNC Sekuritas dalam morning navigatornya pada pagi ini.


IHSG melemah -0,31% ke level 7.240,28 pada perdagangan Kamis (25/07) di tengah aksi beli bersih asing sebesar Rp398,28 miliar. Hampir seluruh sektor melemah sehingga membebani indeks, dipimpin oleh sektor transportasi dan logistik (-1,72%) disusul sektor bahan baku (-1,70%).

Di sisi lain, sektor kesehatan menjadi satu-satunya yang menguat (+0,54%). Pelemahan indeks ini sejalan dengan bursa Asia lainnya, yang dipengaruhi oleh laporan laba perbankan 2Q24 yang mengecewakan.


Selain itu, investor mencermati rilis data PDB 2Q24 Korea Selatan yang terkontraksi -0,2% QoQ sehingga memicu sentimen negatif bagi indeks. Nilai tukar Rupiah ditutup melemah di level Rp16.250/USD.


MNC Sekuritas memperkirakan IHSG hari ini akan bergerak pada kisaran harga 7.218-7.262. Adapun saham yang direkomendasikan hari ini adalah AKRA, HEAL, ITMG, UNTR.(*)