Ketegangan Hormuz Dorong Harga Minyak Brent ke USD84 per Barel
:
0
Harga minyak mentah dunia melanjutkan tren kenaikan untuk sesi ketiga berturut-turut pada perdagangan Senin.(Ilustrasi: Magnific)
EmitenNews.com - Harga minyak mentah dunia melanjutkan tren kenaikan untuk sesi ketiga berturut-turut pada perdagangan Senin. Kenaikan harga dipicu oleh ketidakpastian yang masih berlangsung terkait upaya pembukaan kembali jalur pelayaran strategis di Selat Hormuz.
Eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah ini berpotensi memberikan tekanan tambahan bagi Indonesia, terutama terhadap beban subsidi energi dan stabilitas nilai tukar rupiah akibat lonjakan biaya impor minyak mentah.
Trading Economics mencatat harga minyak mentah memperkuat posisinya mendekati USD79 per barel, sementara minyak jenis Brent naik menembus level di atas USD84 per barel.
Teheran menyatakan bahwa pembicaraan dengan Oman mengenai pembentukan jalur pelayaran di Selat Hormuz hampir mencapai kesepakatan. Namun, pihak Iran memperingatkan bahwa kesepakatan tersebut tidak akan serta-merta membuka kembali jalur navigasi tersebut secara langsung.
Di sisi lain, Teheran menolak negosiasi langsung dengan Amerika Serikat (AS) dengan alasan adanya pelanggaran terhadap kesepakatan perdamaian sementara yang dicapai pada Juni. Iran tetap menuntut pengakhiran blokade angkatan laut AS, pencabutan sanksi ekonomi, serta pembayaran kompensasi atas kerusakan akibat perang.
Presiden AS Donald Trump mengisyaratkan pendekatan yang lebih sabar di tengah meningkatnya tekanan domestik dan internasional agar pemerintahannya segera mencapai kesepakatan diplomatik dengan Teheran.
Ketegangan geopolitik di kawasan tersebut semakin diperkeruh oleh aksi militer. Kelompok militan Houthi yang didukung Iran mengklaim telah melancarkan serangan terhadap fasilitas kilang Jazan milik Arab Saudi. Selain itu, sebuah kapal tanker yang dioperasikan oleh Abu Dhabi National Oil Co. dilaporkan diserang saat melintas di Selat Hormuz pada akhir pekan lalu.(*)
Related News
Australia Stop Antidumping Nanas, Peluang Ekspansi Emiten Pangan
Menkeu Suahasil Pastikan Tetap Kejar Para Pengemplang BLBI
Rupiah Ditutup di Rp17.903, Berpotensi Sentuh Rp18.000?
Tertekan Dolar dan Kebutuhan Valas, Rupiah Kian Dekati Rp18.000/USD
Ikut Tertekan Bunga Fed, Emas Antam Turun Lagi Rp15 Ribu
Tencent Rilis TenPayGo, Mudahkan Turis Asing di China





