Kinerja Anak Usaha Semakin Moncer, GEMS Patok Produksi Batubara Naik 5 Persen

EmitenNews.com—PT Golden Energy Mines Tbk (GEMS) membidik kenaikan produksi batubara sebesar 5 persen di 2023. Hal ini seiring dengan proyeksi permintaan komoditas batu bara yang masih tinggi.
Direktur Utama GEMS Bonifasius optimis pertumbuhan batu bara masih baik dengan pelonggaran monitoring Covid-19 di China. Hal tersebut dapat menjadi katalis positif pertumbuhan industri menjadi lebih baik dan memberikan dampak atas kebutuhan energi dari batu bara.
"Pertumbuhan produksi di tahun ini diperkirakan di atas 5% dibandingkan 2022," ujarnya.
Melansir hasil paparan publik November 2022, Manajemen GEMS menjelaskan, sesuai Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) yang sedang diajukan oleh PT Borneo Indobara (BIB), anak perusahaan GEMS sebagai penyumbang volume produksi terbesar dengan total produksi yang diajukan adalah 36 juta ton, dan BIB memiliki rencana untuk mengajukan revisi RKAB di tengah tahun 2023 untuk meningkatkan volume produksinya.
Adapun fokus agenda bisnis GEMS di sepanjang tahun ini adalah memacu pertumbuhan bisnis secara organik dan menjaga pertumbuhan yang sesuai dengan kaidah Environmental, Social and Governance (ESG).
Disisi lain, Bonifasius optimistis bahwa permintaan batu bara dari pasar Asia masih akan positif meski ada bayang-bayang resesi ekonomi global.
Guna mendukung rencana kenaikan produksi, GEMS menganggarkan belanja modal alias capital expenditure (capex) sekitar USD25 juta untuk keperluan infrastruktur dan sarana pendukung produksi.
Untuk menggenjot kinerja entitas usahanya, Golden Energy Mines (GEMS) meneken adendum perjanjian kredit senilai Rp2,49 triliun. Angka itu terdiri dari Rp1,32 triliun, dan senilai USD75 juta. Transaksi tersebut telah diteken pada 19 Desember 2022.
Perjanjian kredit itu melibatkan 9 anak usaha perseroan. Antara lain adendum tujuh perjanjian kredit dengan Bara Harmoni Batang Asam senilai Rp65 miliar. Berbunga 9,5 persen per annum, durasi kredit sampai 31 Desember 2024. Fasilitas pinjaman itu, untuk pengembangan usaha batu bara termasuk proyek infrastruktur, dan prasarananya.
Related News

Rugi Menipis, Emiten Sri Tahir (SRAJ) 2024 Defisit Rp542 Miliar

Kapok Tekor! Laba APEX 2024 Melejit 134 Persen

Tumbuh 16 Persen, ACES 2024 Tabulasi Laba Rp892 Miliar

Melangit 37.380 Persen, Laba LPKR 2024 Tembus Rp18,74 Triliun

CMNP Mau Borong 10 Persen Saham di Pasar, Ini Alasannya

BRI Raih 2 Penghargaan The Asset Triple A atas Konsistensi ESG