Kinerja Keuangan Solid Dorong Penguatan Kontrak Berjangka AS
:
0
Kontrak berjangka saham Amerika Serikat bergerak menguat pada Rabu (21/10) atau Selasa malam waktu AS menyusul rilis kinerja keuangan perusahaan yang solid. (Ilustrasi foto: Magnific)
EmitenNews.com - Kontrak berjangka saham Amerika Serikat bergerak menguat pada Rabu (21/10) atau Selasa malam waktu AS menyusul rilis kinerja keuangan perusahaan yang solid. Sektor teknologi, khususnya emiten berbasis kecerdasan buatan, menjadi pendorong utama kenaikan indeks bursa saham AS tersebut.
Sebagaimana dilaporkan Trading Economics pada Rabu (21/10), kontrak berjangka indeks Nasdaq 100 tercatat naik 0,7 persen, sementara kontrak berjangka S&P 500 menguat 0,2 persen. Lonjakan performa pasar ini dipicu oleh hasil laporan keuangan kuartalan sejumlah emiten teknologi yang melampaui ekspektasi investor.
Dalam perdagangan setelah jam kerja, saham Super Micro Computer melonjak lebih dari 15 persen usai merilis hasil awal kinerja yang kuat. Kenaikan ini meningkatkan optimisme pasar terhadap prospek pengeluaran modal di sektor AI, sekaligus mendongkrak saham produsen perangkat keras seperti Dell Technologies dan Hewlett Packard Enterprise, serta penyedia layanan neocloud CoreWeave dan Nebius Group.
Saham SpaceX turut mencatatkan lonjakan hingga 8 persen setelah melaporkan kenaikan pendapatan kuartal ketiga sebesar 161 persen menjadi USD14,58 miliar. Chief Executive Officer SpaceX dan Tesla, Elon Musk, juga mengungkapkan pembentukan komite khusus di kedua perusahaan.
"Komite khusus telah dibentuk untuk meneliti kemungkinan penggabungan antara SpaceX dan Tesla," ujar Elon Musk mengenai potensi aksi korporasi tersebut.
Sebaliknya, saham Netflix justru merosot lebih dari 5 persen. Penurunan terjadi akibat raksasa penyedia layanan streaming tersebut mencatatkan pertumbuhan penjualan terlantas dalam tiga tahun terakhir, serta memproyeksikan perlambatan pertumbuhan pendapatan selama empat kuartal berturut-turut.
Penguatan sektor teknologi dan AI di bursa AS ini berpotensi memberikan sentimen positif bagi pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Tren bullish emiten teknologi global berpotensi mendorong aliran modal asing masuk ke emiten teknologi dan digital di Bursa Efek Indonesia.(*)
Related News
Tekanan Inflasi Global Pukul Harga Emas ke USD4.100
Harga Minyak Stabil di Tengah Ketidakpastian Diskusi AS-Iran
Kesenjangan Pemahaman, Inklusi Keuangan Syariah Butuh Inovasi Produk
Sambutan Hangat Bos BEI Untuk Rencana Babah Alun Beli Saham Rp5T
Rupiah Pagi ini Rebound ke Level Rp18.000 per Dolar AS
Dolar AS dan Minyak Kuat, Harga Emas Antam Turun Rp10.000





