EmitenNews.com - PT Atlantis Subsea Indonesia Tbk (ATLA) mencatatkan penurunan pendapatan pada kuartal I 2026 menjadi Rp16,44 miliar, turun sekitar 31,6 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp24,05 miliar.

Meski terdapat efisiensi pada beban pokok pendapatan, laba bruto pada kuartal I 2026 relatif stabil di Rp3,45 miliar atau turun sekitar 7,5 persen dari sebelumnya Rp3,73 miliar.

Laba sebelum pajak tercatat sebesar Rp898 juta pada kuartal I 2026, turun sekitar 14,5 persen dari sebelumnya Rp1,05 miliar. Sejalan dengan itu, laba tahun berjalan ATLA hanya mencapai Rp621 juta atau merosot sekitar 40,9 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp1,05 miliar.

Dari kinerja tersebut, laba per saham ATLA turut tertekan menjadi Rp0,10 per saham atau turun sekitar 41,2 persen dari sebelumnya Rp0,17 per saham.

Sementara itu, dari sisi neraca, ATLA membukukan total aset sebesar Rp176 miliar, turun tipis sekitar 0,6 persen dibandingkan sebelumnya Rp177 miliar. Terdiri dari aset lancar sebesar Rp74 miliar dan aset tidak lancar sebesar Rp101 miliar.

Liabilitas jangka pendek tercatat sebesar Rp5,76 miliar, dan liabilitas jangka panjang sebesar Rp690 juta pada kuartal I 2026. Sedangkan ekuitas ATLA tercatat sebesar Rp169 miliar.

Pada perdagangan intraday Selasa (5/5/2026), saham ATLA terpantau menguat 1,92 persen atau naik 1 poin ke level Rp53.