Kemudian, dari sisi penghimpunan dana, perseroan mencatat pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) sebesar 9,0 persen yoy mencapai Rp45,5 triliun per akhir 2025.

Bagusnya lagi, permodalan tetap solid, tercermin dari rasio kecukupan modal (capital adequacy ratio/CAR) yang jauh di atas ketentuan batas minimum regulator, yakni sebesar 26,37 persen pada Desember 2025.

Perseroan semakin fokus menggarap segmen ritel konsumer. Produk unggulan seperti pembiayaan Solusi Emas Hijrah dan UMKM mencatat kenaikan yang signifikan.

Produk pembiayaan emas melonjak 33 kali lipat yoy dengan pertumbuhan mencapai Rp1,1 triliun. Jumlah rekening nasabah (number of account) juga meningkat tajam lebih dari 1.200 persen. ***