Kinerja Menurun, Laba RS Primaya (PRAY) Ambrol 80 Persen Sisa Rp62,50 Miliar di 2022
:
0
EmitenNews.com—PT Famon Awal Bros Sedaya Tbk (PRAY) sebagai emiten pengelola rumah sakit (RS) Primaya, membukukan laba bersih senilai Rp62,50 miliar di 2022. Capaian itu merosot 80,82% yoy dibandingkan 2021 senilai Rp325,95 miliar.
Penurunan laba terjadi seiring pendapatan yang lebih rendah 16,61% yoy menjadi Rp1,52 triliun. Pada akhir 2021, PRAY membukukan penghasilan Rp1,82 triliun.
Berkat penurunan kinerja, laba bersih per saham dasar PRAY turun menjadi Rp4,79, dari semula Rp25,15 per saham, dikutip dari laporan keuangan, Rabu (5/4/2023).
Kontribusi pendapatan PRAY berasal dari bisnis penunjang medis rawat inap yang menyerap Rp555,86 miliar, disusul pelayanan pasien rawat inap Rp401,83 miliar.
Adapun penunjang medis rawat jalan menghasilkan Rp381,51 miliar, disusul pemasukan dari laboratorium Rp193,38 miliar. Pasien poliklinik memberi pendapatan sebanyak Rp80,70 miliar. Pulau Jawa masih mendominasi penghasilan perseroan dari sisi geografis, disusul Kalimantan, dan Sumatera.
Related News
DSSA Lepas 9,63 Miliar Saham Treasury Mulai 10 Agustus, Siap Tampung?
Harga Rights Issue AHAP Rp50, Anthoni Salim via ACA Serap Rp109,5M
VISI Lunasi Utang BCA Usai Raffi-Nagita Masuk, Liabilitas Turun 82%
ABMM Kebut Produksi Tambang Aceh, Laba Semester I Melonjak 42 Persen
APLN Agresif Pangkas Utang, Kinerja Semester I Ikut Melonjak
Pendapatan KIJA Susut 11 Persen, Recurring Income Malah Dominan





