Komitmen Dividen 80 Persen, IPCC Perkuat Ekosistem Bisnis Terpadu
:
0
Kiri-Kanan: Jajaran Direksi PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk (IPCC), Bagus Dwipoyono Direktur keuangan, SDM dan Manajemen Resiko IPPC, Wing Megantoro Direktur Utama dan Donny Yuniarto Direktur operasi & teknik IPCC. photo/Rizki Emitennews.com
EmitenNews.com -PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk (IPCC), anggota subholding PT Pelindo Multi Terminal, menegaskan komitmen kuatnya untuk terus memberikan nilai tambah optimal bagi para pemegang saham di tengah berbagai tantangan industri logistik global dan domestik. Perseroan memastikan bahwa rasio pembagian dividen (payout ratio) untuk tahun 2026 akan tetap sama dengan tahun 2025, yakni setara 80 persen dari laba bersih, serta berkomitmen untuk tetap membagikan dividen interim.
Komitmen ini disampaikan langsung oleh jajaran Direksi IPCC di tengah upaya perusahaan menjaga kinerja operasional dan keuangan agar tetap resilien menghadapi ketidakpastian ekonomi.
Direktur Utama IPCC, Wing Megantoro, mengungkapkan bahwa perseroan senantiasa adaptif dalam membaca peta persaingan serta dinamika pasar otomotif nasional maupun internasional.
"Kami berkomitmen untuk menjaga kinerja yang lebih baik di tengah berbagai tantangan eksternal dengan memperkuat mitigasi risiko secara komprehensif, menangkap peluang di tingkat regional, serta secara optimal memanfaatkan momentum ekspor dan impor kendaraan," ujar Wing Megantoro.
Untuk mengantisipasi gejolak ekonomi global—termasuk dinamika geopolitik dan kebijakan perdagangan internasional, IPCC telah menyiapkan langkah mitigasi risiko melalui pendekatan "IPCC Integrated Auto Solutions". Perseroan tidak hanya berfokus pada layanan bongkar muat di pelabuhan, tetapi juga memperluas ekspansi horizontal dan vertikal mencakup manajemen distribusi kendaraan, penyediaan fasilitas Pre-Delivery Center (PDC), hingga logistik transportasi darat yang terintegrasi dari hulu hingga hilir (end-to-end service).
Selain itu, IPCC telah merancang peta jalan (roadmap) strategis periode 2026–2030 yang dirancang secara bertahap:
2026–2027 (Business Alignment and Consolidation): Fokus pada peningkatan kapasitas dan fasilitas terminal, standardisasi terminal kendaraan, digitalisasi proses bisnis, pertumbuhan anorganik pada segmen transportasi darat, serta ekspansi terminal Ro-Ro di area baru.
2028–2029 (Business Enhancement): Peningkatan pangsa pasar (market share), kerja sama strategis dengan pelaku automaker, serta pengembangan platform layanan logistik kendaraan yang ramah lingkungan (green car terminal).
2030 (Integrated Ecosystem): Mewujudkan ekosistem industri otomotif yang terintegrasi penuh dengan penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) serta standar layanan logistik CBU end-to-end yang ultimate.
Di tengah penyesuaian pasar otomotif, seperti berakhirnya insentif kendaraan listrik tertentu dan dinamika pasokan global, IPCC tetap optimis dapat menangkap peluang baru. Hal ini didukung oleh masuknya arus impor kendaraan komersial untuk mendukung program strategis pemerintah, potensi peningkatan volume ekspor dari merek-merek besar seperti Toyota, hingga peluang ekspansi ekspor baru di kawasan regional.
Melalui penguatan tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance) serta strategi bisnis yang berfokus pada keunggulan operasional (zero accident & zero damage), IPCC optimistis dapat terus tumbuh berkelanjutan sekaligus menjaga kepercayaan investor melalui komitmen pembagian dividen yang atraktif.
Related News
Laba Bersih Bank Danamon (BDMN) Naik 19% di Kuartal III 2026
Jual 73,6 Juta, Sumber Garam Kini Hanya Kuasai 18,36% Saham FOLK
Kuartal III-2026, Bank Neo Commerce (BBYB) Raih Laba Bersih Rp430,98M
MNC Tourism (KPIG) Raih Pendapatan Rp1,66T, Terbesar dari Hospitality
Tutup Kuartal III 2026, Emiten Hary Tanoe (MSIN) Ungkap Capaian Ini
SSIA Raup Laba Rp344M, Kas Tergerus Ekspansi Subang Smartpolitan





