Konsolidasi, IHSG Coba Jejak Level 7.300

Tampilan monetor pergerakan saham tampak buram dari luar ruangan. FOTO - ISTIMEWA
EmitenNews.com - Indeks harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri perdagangan Rabu, 10 Juli 2024 di level 7.287. Itu setelah menanjak 0,237 persen. Secara teknikal IHSG membentuk pola spinning top diiringi Indikator MACD bergerak sideways.
Selain itu, pasar juga diperkirakan masih wait and see terhadap rilis data inflasi Amerika Serikat (AS) Kamis, 11 Juli 2024. Menilik data dan fakta itu, Tim Riset Phintraco Sekuritas meramal IHSG mengalami konsolidasi dalam rentang 7.250-7.300. Pasar Eropa akan disibukkan dengan beberapa rilis data penting dari Jerman, dan Inggris.
Inggris dijadwalkan merilis Gross Domestic Product (GDP) Mei 2024 diperkirakan tumbuh ke level 1,20 persen dari sebelumnya 0,60 persen. Pertumbuhan GDP menunjukkan perbaikan ekonomi Inggris yang sempat terancam resesi. Market juga menanti rilis data inflasi Jerman pada Juni 2024 dengan prediksi turun ke level 2,20 persen dari sebelumnya 2,40 persen.
Sementara itu, dari Amerika Serikat (AS), pasar juga menanti rilis data inflasi Juni 2024 dengan perkiraan turun menuju level 3,10 persen dari sebelum 3,30 persen. Penurunan inflasi memberi tambahan tekanan bagi The Fed untuk segera melakukan pemangkasan suku bunga. Itu mengingat target inflasi telah mendekati kisaran 2 persen, dan tingkat pengangguran naik ke posisi 4,10 persen.
Mengutip CME Fedwatch Tool, keyakinan ekonom akan dilakukan pemangkasan suku bunga pada FOMC September 2024 sebesar 70 persen pada Rabu sore (10/4). Jadi, top picks sepanjang perdagangan hari ini, Kamis, 11 Juli 2024 meliputi EXCL, ISAT, TLKM, MAPI dan CPIN. (*)
Related News

PLN Pertahankan Status Siaga Kelistrikan Hingga 11 April

Kemenperin Rilis Peta Jalan Hilirisasi untuk Pacu Swasembada Aspal

Investasi Tembus Rp206 Triliun, Industri Agro Serap 9,3 Juta Naker

Diskon Biaya Listrik 50 Persen Berakhir, Maret Berlaku Tarif Normal

Konsumsi Solar Turun 19 Persen Dampak Pembatasan Operasional Truk

Joint Program Optimalisasi Penerimaan Negara 2025 Dimulai