Konsolidatif, IHSG Jajal Level 9.000
:
0
Suasana penutupan perdagangan IHSG edisi 2025 di Main Hall Bursa Efek Indonesia. FOTO - ISTIMEWA
EmitenNews.com - Indeks Wall Street akhir pekan lalu ditutup menguat. Kondisi tersebut mendorong ketiga indeks utama mencapai level tertinggi baru. Penguatan indeks dipicu data tenaga kerja lebih rendah dari estimasi. Itu menambah ekspektasi akan penurunan suku bunga the Fed tahun ini.
Data nonfarm payrolls 50 ribu periode Desember 2025, lebih rendah dari perkiraan 73 ribu. Namun, tingkat pengangguran turun menjadi 4,4 persen dari 4,5 persen. Meski data tenaga kerja Amerika Serikat (AS) melambat, namun ada indikasi ekonomi AS masih cukup kuat, dan berpotensi segera membaik.
Pekan ini, investor akan mencermati data indikator ekonomi AS, seperti inflasi. Beberapa bank besar di AS dijadwal merilis laporan keuangan kuartal IV 2025 pekan ini, menandakan mulai earning season Wall Street. Investor domestik, mencermati perkembangan geopolitik, aksi korporasi emiten, dan menelaah data retail sales.
Secara teknikal, indikator Stochastic RSI indeks membentuk death cross di area overbought. Histogram MACD masih di area positif, namun secara momentum mulai melemah. Sehingga diperkirakan indeks harga saham gabungan (IHSG) cenderung berkonsolidasi pada kisaran 8.860-9.000 pekan ini.
Berdasar data itu, Phintraco Sekuritas menyarankan para pelaku pasar untuk mengoleksi sejumlah saham unggulan berikut. Yaitu, Centratama (CENT), Indo Gas (AGII), Gajah Tunggal (GJTL), Alam Sutera Realty (ASRI), Medco Energi (MEDC), dan Semen Baturaja (SMBR). (*)
Related News
Prospek Damai AS-Iran Belum Jelas, Kurs Rupiah Melemah Rabu Sore
IHSG Jadi yang Terburuk di Asia, Sentimen MSCI Gagal Bendung Aksi Jual
Asing Kembali Kabur dari BBRI–TPIA, Jual Bersih Sesi I Capai 0,97T!
IHSG Sesi Siang (24/6) Mendadak Ambruk 1,62 Persen ke 6.002, Kenapa?
Industri Semikonduktor Booming, Samsung Siapkan Buyback Besar-Besaran
IPOT Sukses Edukasi Komunitas eSports via Kapolda Jateng Cup 2026





