EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 1,22 persen menjadi 8.031. Setelah sempat dibuka melemah akibat sentimen negatif dari penurunan outlook, atas peringkat beberapa emiten, indeks berhasil berbalik menguat. Faktor positif antara lain dari penguatan indeks bursa Asia. 

Lalu, penguatan harga emas, perak, dan tembaga juga menjadi sentimen positif. Rupiah juga ditutup menguat menjadi Rp16.805 per dolar Amerika Serikat (USD) didukung penguatan mayoritas mata uang Asia terhadap Dolar AS. Secara teknikal, terjadi penyempitan histogram negatif MACD indeks, dan Stochastic RSI mengindikasikan reversal area oversold. 

Namun, volume cenderung relatif rendah, karena diperkirakan investor masih cenderung wait and see. So, indeks diperkirakan cenderung berkonsolidasi pada kisaran 8.000-8.100. Indeks keyakinan konsumen Indonesia meningkat pada level 127.0 edisi Januari 2026 dari periode Desember 2025 di kisaran 123.5.

Itu merupakan level tertinggi sejak Januari 2025, dan kenaikan itu didorong peningkatan hampir enam sub-indeks utama. Penjualan sepeda motor naik 3,1 persen YoY menjadi 577.763 unit periode Januari 2026. Itu level tertinggi tiga bulan terakhir setelah turun 14,5 persen Desember 2025. 

Investor akan mencermati data retail sales Desember 2025 diperkirakan melambat menjadi 5,5 persen dari November 2025 di level 6,3 persen. Bursa Efek Indonesia (BEI) dijadwalkan melakukan pertemuan teknis lanjutan dengan MSCI untuk mengajukan beberapa inisiatif.

Itu seiring 8 rencana aksi percepatan reformasi integritas pasar modal Indonesia ditarget selesai pada April mendatang. Berdasar data itu, Phintraco Sekuritas menyarankan investor mengoleksi sejumlah saham berikut. Yaitu, Antam (ANTM), Jasa Marga (JSMR), Merdeka (MDKA), Pakuwon (PWON), dan Indosat (ISAT). (*)