Konstituen MSCI, Emiten ini ARB 3 Hari Beruntun meski Laba Meledak
:
0
Aktivitas eksplorasi Blok Sengkang besutan Energi Mega Persada. FOTO - Dok ENRG
EmitenNews.com - Energi Mega Persada (ENRG) mengalami auto rejection bawah (ARB) tiga hari beruntun. Itu terjadi sepanjang periode 27-29 Oktober 2026. Saham emiten Grup Bakrie itu, tertahan di level Rp665 per lembar. Menukik 155 poin alias terpangkas 21 persen dari edisi 27 Oktober 2026 di kisaran Rp820.
Dalam enam bulan terakhir, saham ENRG melorot 47,64 persen setara 605,09 poin dari posisi 29 April 2026 di level Rp1.270. Kalau dikalkulasi sejak awal tahun 2026, saham ENRG telah terpotong 45,09 persen atau 546,02 persen dari edisi 2 Januari 2026 di level Rp1.211.
Dalam tempo 52 minggu terakhir, saham ENRG pernah menyentuh level tertinggi Rp1.786, dan terendah di posisi Rp605,51. ENRG dibekali market cap Rp26,50 triliun. ENRG dibalut dengan price earning rasio (PER) 9,54 kali, dan price to book value (PBV) 0,43 kali.
Kebut Akuisisi Aset Migas Texas
ENRG bertekad menuntaskan akuisisi HighPeak Energy akhir tahun ini. Investasi pada perusahaan migas di Texas, Amerika Serikat (AS) itu, dilakukan untuk mendongkrak pertumbuhan bisnis secara berkelanjutan.
Ya, emiten Grup Bakrie itu, masuk jantung industri shale oil AS dengan investasi USD200 juta atau sekitar Rp3,6 triliun. Transaksi dilakukan melalui pembelian saham preferen konversi yang baru diterbitkan HighPeak. Saham itu, nantinya dapat dikonversi menjadi saham biasa sesuai mekanisme disepakati.
HighPeak sendiri berbasis di Fort Worth, Texas, dan fokus di Midland Basin, West Texas – bagian dari super-basin Permian. Per 6 bulan hingga 30 Juni 2026, produksinya tercatat 45.456 barel setara minyak per hari (BOEPD).
Ledakan Laba Bersih
Sampai 30 September 2026, ENRG mengemas penjualan bersih USD426,06 juta. Penjualan emiten sektor hulu minyak dan gas bumi, bagian dari Bakrie Group itu, melejit dari periode sama tahun lalu USD361,38 juta. Laba kotor melejit menjadi USD173,11 juta dari edisi sama tahun sebelumnya USD125,05 juta.
Kemudian beban usaha USD15,53 juta, nyaris stagnan dengan tahun lalu USD15,55 juta. Laba usaha surplus menjadi USD157,57 juta dari fase sama tahun lalu senilail USD109,49 juta. Laba sebelum pajak mencapai USD140,52 juta, naik dari periode sama tahun sebelumnya USD84,40 juta.
Related News
RUPSLB, Restrukturisasi Bisnis LAPD ke Sektor Tambang Resmi Dimulai
Kuartal III 2026, Jantra Grupo Indonesia (KAQI) Raih Laba Bersih
Sentul City (BKSL) Raih Pendapatan Rp1,2T, Terbesar Masih Segmen Ini
Raih Pendapatan USD122 Juta, Emiten Prajogo Pangestu (CDIA) Ungkap Ini
Tambah Saham, Cakra Bhakti Mantapkan Posisi Pengendali Spindo (ISSP)
Laba Q3 Rp1,16 Triliun, GOTO Naikkan Target Kinerja 2026





