KOTA Gandeng Mitra Asal China Bidik Proyek EduHub Pertama di Indonesia
:
0
PT DMS Propertindi Tbk (KOTA) menandatangani memorandum of understanding (Mou) dengan perusahaan BUMN raksasa asal China, yaitu China Light Industry International Engineering Co Ltd (CLIEC). Foto: Propertindo (KOTA)
EmitenNews.com - PT DMS Propertindo Tbk (KOTA) menandatangani memorandum of understanding (Mou) dengan perusahaan BUMN raksasa asal China, yaitu China Light Industry International Engineering Co Ltd (CLIEC). MoU itu sekaligus menandai penjajakan kerja sama KOTA dengan CLIEC untuk menggarap kawasan yang dirancang sebagai Edu Hub pertama di Indonesia, yaitu melalui Urbanova Edu Hub di Surabaya Timur.
Direktur Utama KOTA, Mohamad Prapanca mengatakan, bahwa kerja sama tersebut dinilai krusial guna mempercepat pembangunan Urbanova Edu Hub. Karena menurutnya, China dalam beberapa tahun terakhir muncul sebagai kekuatan penting dalam rekayasa teknologi dan pembangunan berskala besar.
“Kami meyakini pengalaman, kapabilitas teknologi, serta dukungan finansial yang dimiliki China Light Industry International Engineering Co. Ltd akan mempercepat realisasi proyek sekaligus meningkatkan kualitas pembangunan,” ujar Prapanca dalam Signing Ceremony antara PT DMS Propertindo dan CLIEC di Jakarta, Selasa (11/8).
Prapanca juga menilai, bahwa kerja sama tersebut memicu produktivitas kedua belah pihak dalam menciptakan nilai tambah dan meningkatkan penerimaan perusahaan.
“Realisasi pembiayaan pembangunan (capex) ini juga semakin positif dengan adanya back up dari CLIEC. Sehingga pembangunan Urbanova dapat berjalan tepat waktu dan terjaga kualitasnya,” tambahnya.
Sementara itu, Surabaya Timur dipilih sebagai lokasi pengembangan Urbanova karena kawasan tersebut sudah memiliki ekosistem yang mendukung. Proyek ini berada di tengah lingkungan pendidikan dan industri yang terus berkembang.
Urbanova disebut memiliki potensi pasar lebih dari 64 ribu mahasiswa, dengan sejumlah perguruan tinggi yang berada dalam radius yang relatif dekat. Di sisi lain, keberadaan kawasan industri SIER turut menjadi basis aktivitas ekonomi dan tenaga kerja.
Dengan potensi itu, Urbanova tidak perlu membangun ekosistem dari nol, sebab ia justru hadir untuk menghbungkan ekosistem yang telah ada.
“Inilah yang membuat konsep Urbanova Edu Hub berbeda dari pengembangan kawasan properti konvensional.Pendidikan menjadi salah satu anchor, tetapi aktivitas kawasan tidak berhenti pada pendidikan saja. Hunian, bisnis, ruang komunal, olahraga, hospitality, kesehatan, dan gaya hidup dirancang untuk saling mendukung,” tutur Prapanca.
Ia juga menjelaskan, bahwa Edu Hub akan dikembangkan di atas lahan seluas sekitar 23 hektar, yang di dalamnya dirancang berbagai fungsi yang saling terintegrasi. Seperti, residensial modern, business hub, event space, hotel, showroom, fasilitas publik, rumah sakit, hingga sekolah internasional. Termasuk kawasan pendidikan masa depan membutuhkan tempat untuk bertemu, berdiskusi, bekerja, berolahraga, berkreasi, membangun jejaring, hingga mengembangkan bisnis.
Related News
Penjualan Emiten Kacang Garuda (GOOD) Terbang 20,3%, Laba Bersih Naik
Astra (ASII) Kuasai 50% Pasar Mobil Nasional, Toyota-Lexus Dominan
Dana IPO RANS Telah Dipakai Buat Pelunas Utang Rp29,95M, Sisanya Nanti
Laba MYOR Naik Tipis, Arus Kas Operasi Melejit 315,8 Persen
Usai Melejit ARA, 2 Saham Lanjut Terkapar Ketika Dinaikkan Status UMA
IATA Punya Logo Baru, Tanda Lepas dari Harry Tanoe?





