EmitenNews.com - Intiland (DILD) menyudahi kuartal I 2026 dengan performa kurang meyakinkan. Pendapatan udaha, dan laba kompak jeblok. Per 31 Maret 2026 tersebut, DILD mencatat laba Rp2,45 miliar. Anjlok 76,79 persen dari episode sama tahun lalu senilai Rp10,56 miliar. Menyusul hasil itu, laba per saham dasar tersisa Rp0,24 dari sebelumnya Rp1,02. 

Pendapatan usaha Rp619,78 miliar, mengalami penyusutan 3,27 persen dari posisi sama tahun lalu Rp640,76 miliar. Beban pokok penjualan dan beban langsung Rp397,43 miliar, berkurang dari periode sama tahun lalu senilai Rp414,12 miliar. Laba kotor terkumpul Rp222,35 miliar, mengalami penciutan dari Rp226,63 miliar. 

Beban penjualan Rp11,09 miliar, turun dari Rp11,28 miliar. Beban umum dan administrasi Rp66,76 miliar, susut dari Rp77,21 miliar. Jumlah beban usaha Rp77,86 miliar, berkurang dari Rp88,49 miliar. Laba usaha terkumpul Rp144,49 miliar, meningkat dari Rp138,14 miliar. Pendapatan bunga Rp5,11 miliar, naik dari Rp3,93 miliar. 

Rugi selisih kurs Rp46,61 juta, drop dari untung Rp137,41 juta. Keuntungan penjualan aset tetap Rp407,74 juta dari nihil. Beban bunga Rp60,89 miliar, susut dari Rp84,48 miliar. Komponen pendanaan atas liabilitas kontrak Rp17,47 miliar, turun dari Rp20,77 miliar. Pajar final Rp20,24 miliar, susut dari Rp21,2 miliar.

Laba tahun berjalan Rp16,43 miliar, terdilusi dari Rp30,25 miliar. Jumlah ekuitas Rp6,76 triliun, susut dari akhir tahun sebelumnya Rp6,78 triliun. Total liabilitas Rp6,16 triliun, menciut dari akhir 2025 senilai Rp6,33 triliun. Jumlah aset emiten jagoan Lo Kheng Hong tersebut turun menjadi Rp12,93 triliun dari akhir tahun lalu Rp13,17 triliun. (*)