EmitenNews.com - Tiga emiten telah melansir kurs atau rasio konversi dividen tunai tahun buku 2025. Trio perusahaan tercatat itu melibatkan Indo Tambangraya Megah (ITMG), Alamtri Resources Indonesia (ADRO), dan Alamtri Menerals Indonesia (ADMR). 

Pertama, ITMG akan menyalurkan dividen USD114,58 juta. Rasio pembayaran dividen alias dividend payout ratio 60 persen dari laba bersih tahun buku 2025 senilai USD190,94 juta. So, para investor akan menerima setoran dividen Rp1.730 per lembar. 

Itu sudah termasuk dividen interim pada 26 November 2025 senilai USD50,04 juta atau Rp738 per lembar. Dengan demikian, ITMG tinggal menggulirkan dividen final USD64,54 juta setara Rp1,1 triliun selevel dengan Rp992 per lembar. 

Dividen final sebesar itu, akan menyasar setidaknya pemegang atas 1,114,899,100 saham. Pencairan dividen final itu, akan dilakukan pada 19 Mei 2026 dengan periode cum date pada 27 April 2026, dan recording date pada 29 April 2026 pukul 16.00 WIB. 

Kedua, Alamtri (ADRO) mengguyur dividen tunai USD447,5 juta setara Rp7,58 triliun. Alokasi dividen itu, sekitar 99,96 persen dari torehan laba bersih tahun buku 2025 senilai USD447,69 juta. Dengan begitu, para pemodal akan mendapat suntikan dividen Rp263,4 per lembar. 

Itu sudah termasuk dividen interim pada 15 Januari 2026 sejumlah USD250 juta atau Rp4,18 triliun setara dengan Rp145,14 per lembar. Dengan begitu, emiten asuhan Boy Thohir tersebut tinggal mencairkan dividen final Rp3,4 triliun atau USD197,5 juta setara Rp118,26 per helai.

Dividen final menggunakan kurs tengah Bank Indonesia pada 29 April 2026 senilai Rp17.245 per dolar Amerika Serikat (USD). Dividen final akan menyasar pemilik 28,8 miliar saham dengan periode cum date pada 27 April 2026, recording date pada 29 April 2026 pukul 16.00 WIB, dan pembayaran pada 8 Mei 2026. 

Dan, ketiga Alamtri Minerals (ADMR) menabur dividen USD120 juta setara Rp2,06 triliun. Itu dengan asumsi kurs tengah Bank Indonesia pada 29 April 2026 senilai Rp17.245 per USD. Alokasi dividen itu, diambil sekitar 44,25 persen dari tabulasi laba bersih tahun buku 2025 sebesar USSD271,21 juta. 

Dengan demikian, para investor akan mendapat jatah dividen Rp50,62 per lembar. Dividen tunai itu, akan menyasar 40,88 miliar pemilik saham dengan periode cum date pada 27 April 2026, recording date pada 29 April 2026, dan pembayaran dilakukan pada 6 Mei 2026. 

Kalau dikalkulasi secara saksama, ketiga emiten tersebut akan mencairkan dividen jumbo senilai Rp6,56 triliun. (*)