Kuartal III 2025, INCO Sedot Biaya Eksplorasi USD1,67 Juta
:
0
Sejumlah kendaraan alat beraksi di area pertambangan perseroan. FOTO - ISTIMEWA
EmitenNews.com - Vale Indonesia (INCO) menghabiskan anggaran USD1,67 juta setara Rp28,13 miliar dengan asumsi kurs Rp16.807 per dolar Amerika Serikat (USD). Belanja tersebut tersedot untuk kegiatan eksplorasi sepanjang kuartal IV-2025. Yaitu, edisi Oktober, November, dan Desember 2025.
Pada Oktober 2025 menguras senilai USD657,89 ribu, November 2025 sejumlah USD508,77 ribu, dan Desember 2025 sebesar USD507,08 ribu. Fokus eksplorasi Blok Sorowako dan Sorowako Outer Area di Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan. Blok Bahodopi Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah, Blok Pomalaa Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara.
Eksplorasi memakai metode pengeboran core drilling HQ-3 dengan jarak 100 meter, dan 50 meter. Itu untuk peningkatan level sumber daya pada area Blok 1 Tetenggala, dan Blok 1 Lalombundi (Blok Pomalaa). Survey geofisika menggunakan metode Geolistrik Electrical Resistivity Tomography (ERT) dengan pengukuran pada area Blok 1 Tetenggala (Blok Pomalaa).
Rencana selanjutnya, Blok Pomalaa akan melanjutkan kegiatan pengeboran dengan jarak 100 meter dan 50 meter di area Blok 1 Lalombundi, dan Blok 1 Tetenggala (Blok Pomalaa). Pengukuran geofisika dengan menggunakan metode Geolistrik (ERT) akan melanjutkan pengukuran di Blok 1 Tetenggala (Blok Pomalaa).
Seluruh aktifitas pengeboran direncanakan untuk mendapat profil laterit lengkap. Hasil pengujian dalam proses penghitungan sumber daya, dan cadangan dengan metode ordinary krigging di Sorowako. Seluruh aktivitas eksplorasi dilakukan perseroan bersama pihak ketiga (kontraktor pengeboran dan geofisika). (*)
Related News
Ekspansi Pusat Data, Entitas DSSA Borong Lahan Rp3,1 Triliun
Akselerasi Deposit Emas, Emiten ini Guyur Dana Eksplorasi USD11,4 Juta
Baru 8 Hari Jalan, Emiten Prajogo Hentikan Buyback Jumbo
Bank Mandiri Alihkan Saham Inhealth ke IFG Life Senilai Rp570 Miliar
Hingga September 2026, Astra (ASII) Catat Pendapatan Stabil di Rp243T
Hingga September 2026, Penjualan Energi Mega (ENRG) Capai USD426 Juta





