Kurangi Kepemilikan Perkasa Makmur Kini Kuasai 10,81 Persen Saham MTSM
:
0
Ilustrasi PT. Metro Realty Tbk. (MTSM). Dok. EmitenNews.
EmitenNews.com - PT Perkasa Makmur Amara selaku pemegang saham PT. Metro Realty Tbk. (MTSM) telah mengurangi porsi kepemilikan sahamnya pada 21 Juli 2026. Dengan aksi korporasi itu, kini saham Perkasa Makmur di MTSM berkurang menjadi 10,81 persen.
Dalam keterangan tertulisnya Rabu (22/7/2026), Manajemen MTSM menuturkan bahwa Perkasa Makmur telah menjual sebanyak 19.500.000 lembar saham di harga Rp620 per helai.
“Tujuan dari transaksi adalah untuk pemenuhan ketentuan free float dengan kepemilikan saham langsung,” katanya.
Setelah transaksi maka kepemilikan saham Perkasa Makmur di MTSM berkurang menjadi 25,17 juta lembar saham (10,81%) dibandingkan sebelumnya sebanyak 44,6 juta lembar saham (19,20%).
Metro Realty Catat Pendapatan Rp32,83 Miliar
Sementara itu, PT Metro Realty Tbk (MTSM) mencatat pendapatan Rp32,83 miliar hingga 31 Desember 2025. Ada kenaikan dari pendapatan Rp27,46 miliar di periode yang sama tahun sebelumnya.
Laporan keuangan perseroan Kamis (14/4/2026) menyebutkan, beban pokok pendapatan naik menjadi Rp23,36 miliar dari Rp20,16 miliar dan laba bruto naik menjadi Rp9,47 miliar dari laba bruto Rp7,29 miliar.
Kemudian, beban usaha turun menjadi Rp8,37 miliar dari Rp8,57 miliar dan laba usaha diraih Rp1,09 miliar dari rugi usaha Rp1,27 miliar tahun sebelumnya.
Untuk laba sebelum pajak tercatat Rp1,04 miliar naik dari laba sebelum pajak Rp913,80 juta. Rugi tahun berjalan yang diatribusikan ke pemilik entitas induk turun menjadi Rp59,22 juta dari Rp1,43 miliar tahun sebelumnya.
Sementara itu, jumlah liabilitas turun menjadi Rp17,50 miliar hingga 31 Desember 2025 dari Rp21,25 miliar hingga 31 Desember 2024.
Related News
Pacu Produksi Migas dari Regional 1 Zona 4, Begini Target Pertamina
QRIS Antarnegara Tembus Rp1,52 Triliun, BI Bidik Negara Baru
Rupiah Menguat Usai BI Tahan Suku Bunga
BI: Insentif Tarik Masuk Investasi Lebih Efektif Dari Naikkan BI-Rate
Bank Indonesia Tahan BI-Rate di Level 5,75 Persen
Ini Alasan Wamentan Dipilih Prabowo Jadi Kepala BGN Gantikan Deyang





