EmitenNews.com —   Ditopang pendapatan yang tumbuh, tahun lalu laba bersih PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) pun mengalami kenaikan signifikan. TLKM membukukan kenaikan pendapatan 4,94%  year on year  (yoy) menjadi Rp 143,21 triliun sepanjang tahun 2021. Sementara pada tahun 2020, Telkom memperoleh pendapatan Rp 136,46 triliun.

 

Lini bisnis  enterprise  menjadi pendorong utama pertumbuhan tersebut dengan kenaikan pendapatan 14,36% yoy, dari Rp 36,32 triliun menjadi Rp 41,54 triliun. Pendorong kedua adalah lini bisnis  consumer  yang tumbuh 13,63% yoy, dari Rp 22,11 triliun menjadi Rp 25,12 triliun.

 

Selanjutnya, lini usaha  wholesale and international business  (WIB) naik 9,07% yoy menjadi Rp 32,33 triliun dari Rp 29,64 triliun. Hanya lini bisnis  mobile  yang memperlihatkan kenaikan tipis sebesar 0,40% yoy, dari Rp 87,02 triliun menjadi Rp 87,36 triliun.

 

Meskipun begitu, lini bisnis  mobile  masih menjadi kontributor terbesar pendapatan TLKM, yakni mencapai 61%. Disusul porsi pendapatan dari lini bisnis  enterprise  29%, WIB 22,57%, dan  consumer  17,54%.

 

Sejalan dengan kenaikan pendapatan, TLKM juga membukukan peningkatan laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan ke pemilik entitas induk sebesar 19,02% yoy. Dengan kata lain, laba bersih TLKM naik dari Rp 20,8 triliun pada 2020 menjadi Rp 24,76 triliun pada 2021.

 

Kenaikan laba bersih tersebut juga didukung oleh adanya keuntungan yang belum direalisasi dari perubahan nilai wajar atas investasi sebesar Rp 3,43 triliun. Pada tahun 2020, keuntungan yang belum direalisasi dari perubahan nilai wajar atas investasi TLKM hanya sebesar Rp 129 miliar.

 

Untuk total aset TLKM per Desember 2021 mencapai Rp 277,18 triliun atau meningkat 12,25% dari posisi aset akhir tahun 2020 yang sebesar Rp 246,94 triliun. Hal ini sejalan dengan liabilitas yang bertambah 4,55% yoy menjadi Rp 131,79 triliun dan ekuitas yang meningkat 20,27% yoy menjadi Rp 145,40 triliun. 

 

Head of Technical Analyst Research BNI Sekuritas, Andri Zakaria Siregar mengatakan kepada EmitenNews.com bahwa saham TLKM masih dalam fase konsolidasi dari signal divergence by technical analysisnya, koreksinya saham GOTO, jelang laporan keuangan Q1 2022, selama di atas 4.450-4.520 trend masih bullish target masih 4.860-5.400.