Laba 2022 Tergerus 6,8 Persen, Bos Unilever (UNVR) Beberkan Pemicunya
Pengurangan stok ini tidak berpengaruh terhadap penjualan perseroan pada outlets ataupun pada konsumen, tercatat penjualan dari customer perusahaan pada konsumen mengalami pertumbuhan kuat sebesar 5,6% pada tahun fiskal 2022.
Sementara itu, untuk menjadikan perusahaan yang terdepan dalam pembangunan bisnis yang berkelanjutan, Ira memastikan bahwa berbagai upaya signifikan terus dilakukan.
"Di antaranya program Royco dengan Nutrimenu yang bertujuan untuk ikut menurunkan jumlah kasus stunting di Indonesia melalui kampanye yang mengedepankan resep lezat, bergizi dan terjangkau bagi keluarga indonesia," imbuhnya.
"Dengan kegigihan kami untuk terus menjadikan bisnis perseroan lebih future-fit , kami optimis menghadapi tahun 2023. Kami percaya bahwa dengan menjalankan lima prioritas strategis tersebut, kami berada di jalur yang tepat untuk memimpin pasar dan memenangkan konsumen Indonesia di tahun-tahun mendatang," pungkas Ira.
Related News
Periode Akhir Harga Lawas, Serok atau Tunggu Stock Split DSSA?
Izin Investor, MKNT Private Placement Rp922,92 Miliar
Grup Salim (INTP) Tuntaskan Buyback, Habiskan Rp437,87 Miliar
Harga Diskon, Komisaris RSGK Buang 14,18 Juta Lembar
CASH Right Issue Rp237,21 Miliar, Rasio 168:117
Laba Stagnan, Pendapatan ITMA Melejit 113,86 Persen





