EmitenNews.com - PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk. (BJBR) atau bank bjb membukukan kinerja moncer sepanjang semester pertama 2026. 

Corporate Secretary bank bjb Irwan Riswandi menyampaikan kinerja tersebut dalam Earnings Call Triwulan II dan Public Expose 2026 di Menara bank bjb, Bandung, Rabu (29/7). Sebagai induk Grup bjb yang menaungi 3 bank dan 2 lembaga keuangan non-bank, total aset konsolidasi perseroan per Juni 2026 menembus Rp228,2 triliun. Anak usaha berkontribusi Rp44,2 triliun atau setara 19,4 persen dari total aset grup.

Melihat sisi intermediasi, penyaluran kredit dan pembiayaan secara konsolidasi mencapai Rp140,4 triliun. Rinciannya, bank only Rp111,1 triliun dan perusahaan anak Rp29,3 triliun.

Segmen konsumer masih jadi tumpuan utama dengan outstanding Rp74,2 triliun, atau 66,8 persen dari total kredit. Rasio kredit bermasalah atau NPL (Non-Performing Loan) di segmen ini hanya 0,56 persen.

Selain konsumer, bank bjb juga gencar merambah pembiayaan non-konsumer. Fokusnya menggarap ekosistem pemerintah daerah. Perseroan melihat peluang masih terbuka lebar seiring masifnya program pembangunan dan layanan publik di daerah.

"Dengan pengalaman panjang melayani pemda dan memahami karakter tiap daerah, kami optimistis segmen ini akan jadi mesin pertumbuhan baru yang berkualitas," ujar Irwan.

Untuk menunjang itu, bank bjb menyempurnakan proses kredit lewat implementasi Commercial Business Centre (CBC). Tujuannya memperkuat tata kelola dan mendorong pertumbuhan pembiayaan yang lebih selektif.

Di sisi pendanaan, Dana Pihak Ketiga konsolidasi tercatat Rp160,9 triliun per Juni 2026. Perseroan terus mendorong penghimpunan dana murah melalui perluasan kerja sama payroll, peningkatan transaksi nasabah, dan optimalisasi layanan digital.