EmitenNews.com - Lippo Cikarang (LPCK) per 30 Juni 2026 mencatat laba bersih Rp228,35 miliar. Surplus 9,67 persen dari episode sama tahun lalu sejumlah Rp208,2 miliar. Dengan demikian, laba per saham dasar emiten Lippo Group tersebut melonjak menjadi Rp44 dari sebelumnya Rp41.

Pendapatan Rp1,62 triliun, melejit 27,35 persen dari posisi sama tahun lalu Rp2,23 triliun. Beban pajak final Rp34,93 miliar, susut dari Rp49,75 miliar. Pendapatan bersih Rp1,59 triliun, menciut dari Rp2,18 triliun. Beban pokok pendapatan Rp1,11 triliun, mengalami penyusutan dari edisi sama tahun lalu Rp1,76 triliun.

Laba kotor terakumulasi Rp476,09 miliar, melejit dari Rp427,2 miliar. Beban usaha Rp227,02 miliar, bengkak dari Rp216,02 miliar. Penghasilan lainnya Rp2,01 miliar, turun dari Rp3,88 miliar. Beban lainnya Rp5,16 miliar, bertambah dari Rp3,86 miliar. Laba usaha Rp245,91 miliar, melejit dari Rp211,2 miliar.

Beban keuangan Rp2,36 miliar, longsor dari episode sama tahun lalu surplus Rp12,28 miliar. Bagian laba bersih entitas asosiasi Rp2,22 miliar, melejit dari Rp1,82 miliar. Beban pajak penghasilan Rp17,42 miliar, bertambah dari Rp17,09 miliar. Laba periode berjalan Rp228,35 miliar, melonjak dari Rp208,2 miliar.

Jumlah ekuitas terakumulasi senilai Rp6,82 triliun, mengalami lonjakan dari akhir tahun lalu sejumlah Rp6,66 triliun. Total liabilitas tercatat Rp3,95 triliun, menciut dari akhir 2025 senilai Rp4,5 triliun. Jumlah aset Rp10,77 triliun, menyusut dari akhir tahun lalu Rp11,17 triliun. (*)