Lalai Setor Laporan Keuangan, Puluhan Emiten Terkena Sanksi Ini
Seseorang berjalan melintas dengan latar layar menampilkan pergerakan IHSG. FOTO - ISTIMEWA
EmitenNews.com - Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat 123 emiten belum merilis laporan keuangan interim per 30 September 2024. Hingga masa akhir masa pelaporan 31 Oktober 2024, ratusan emiten itu, belum juga menyampaikan kewajiban tersebut.
Nah, 87 dari 123 emiten itu, operator pasar modal mengenakan sanksi peringatan tertulis I. Pasalnya, hingga 31 Oktober 2024, puluhan emiten tersebut belum menyampaikan laporan keuangan yang ditelaah secara terbatas, dan tidak diaudit oleh akuntan publik.
Lalu, satu perusahaan juga dikenakan peringatan tertulis I, lantaran melakukan perubahan rencana penyampaian laporan keuangan interim untuk periode berakhir 30 September 2024, sebelumnya diaudit menjadi tidak ditelaah secara terbatas, dan tidak diaudit oleh akuntan publik, serta penyampaiannya melebihi batas waktu penyampaian laporan keuangan dimaksud.
Selanjutnya, 16 Perusahaan tercatat akan menyampaikan laporan keuangan interim yang berakhir per 30 September 2024 ditelaah secara terbatas akuntan publik. Kemudian, perusahaan tercatat akan menyampaikan laporan keuangan interim yang berakhir per 30 September 2024 yang diaudit akuntan publik. Dan, satu perusahaan tercatat berbeda tahun buku yaitu Januari, akan menyampaikan laporan keuangan interim untuk periode berakhir 31 Oktober 2024.
Nah, 87 emiten belum menyampaikan laporan keuangan dan dikenai peringatan tertulis I sebagai berikut. Yaitu, AKKU, ANDI, AREA, ARKA, ARMY, ARTI, ATLA, BATA, BEBS, BEKS, BKDP, BOSS,, BSSR, BTEL, CBMF, CLAY, COWL, CPRI, CTBN, DEAL,DUCK, EMDE, ETWA, FIRE, FORZ, GAMA, GOLL, HKMU, HOME, HOPE, HOTL, ICON, JSKY, KAYU, KBRI, KJEN, KLAS, KPAL, KPAS, KRAH, LABA, LAJU, dan LCGP.
LMAS, MABA, MAGP, MAMI, MDIA, MERK, MKNT, MTRA, MTSM, MYRX, NEST, NIPS, NSSS, NUSA, PBRX, PLAS, PMMP, POLL, POOL, PRAS, PURE, PYFA, RIMO, SBAT, SIMA, SKYB, SMRA, SRIL, SUGI, SWAT, TDPM, TECH, TELE, TGUK, TINS, TOYS, TRAM, TRIL, TRIN, UNIT, UNSP, VIVA, WINR, dan ZBRA. (*)
Related News
Regulasi Diketok, Kini IPO Baru Wajib Setor 15–25 Persen Free Float!
Per 1 April, BEI Hentikan Perdagangan Saham ASPR
BEI Naikkan Minimum Free Float Saham jadi 15 Persen, Cek Datanya
OJK Hormati Putusan KPPU Soal Dugaan Kartel Suku Bunga Pinjaman Daring
Bos BEI Beber Bursa RI Masuk 20 Besar Global dari Sisi Likuiditas
Bidik 30Juta SID, BEI Ajak Investor Lokal Agar Pasar Tak Direbut Asing





