LAPD Buru Izin Right Issue 2 Miliar Lembar
:
0
Suasana pabrik perseroan tampak dari udara. Foto - Dok LAPD
EmitenNews.com - Leyand International (LAPD) merancang right issue 2 miliar lembar. Penerbitan saham seri B tersebut dibalut dengan nilai nominal Rp25. Pengeluaran saham baru tersebut setara dengan 50,42 persen dari jumlah saham yang telah diterbitkan perseroan.
PT JSI Sinergi Mas (JSI), pemegang saham pengendali dengan kepemilikan 51 persen akan melaksanakan seluruh hak sesuai porsi kepemilikan saham dengan penyetoran modal dalam bentuk selain uang (inbreng) berupa saham Bersaudara Sinergi Sejahtera (BSS), dari keseluruhan 52.500 saham BSS atau 87,50 persen dari modal ditempatkan dan disetor BSS Rp38,85 miliar.
Inbreng itu, mengakibatkan LAPD menjadi pengendali baru BSS. Atas sisa nilai saham BSS yang tidak tertampung Dalam pelaksanaan HMETD, JSI akan bertindak sebagai pembeli siaga maksimal 275.033.369 saham baru yang dibayar dengan sisa saham BSS dan/atau perseroan akan membayar sisa nilai tersebut secara tunai kepada JSI.
Selain porsi JSI tersebut, sampai dengan tanggal keterbukaan informasi ini belum terdapat pihak yang bertindak sebagai pembeli siaga. Tindakan itu akan dilakukan setelah perseroan mendapat restu investor. Nah, untuk mendapat izin pemodal, perseroan akan menggeber rapat umum pemegang saham luar biasa pada 29 Oktober 2026.
Seluruh dana hasil right itu, sekitar 64,75 persen atau Rp38,85 miliar untuk pengambilalihan 52.500 saham BSS milik JSI, mewakili 87,50 persen dari seluruh modal ditempatkan dan disetor penuh BSS. Pengambilalihan itu, dilakukan melalui penyetoran modal dalam bentuk selain uang (inbreng) oleh JSI dalam pelaksanaan seluruh HMETD milik JSI Rp30,59 miliar.
Lalu, atas sisa nilai Rp8,25 miliar, melalui penyetoran dalam bentuk selain uang oleh JSI selaku pembeli siaga atas saham baru tidak diambil bagian pemegang HMETD lainnya dan/atau pembayaran tunai oleh perseroan kepada JSI dari dana hasil PMHMETD II, dengan penandatanganan akta pemasukan saham (akta inbreng) di hadapan notaris pada saat penyelesaian pembayaran HMETD JSI.
Setelah rencana inbreng selesai, LAPD akan memiliki 87,50 persen saham BSS sehingga BSS menjadi perusahaan terkendali, sedang 12,50 persen saham BSS sisanya tetap dimiliki SSS (7,50 persen), dan MSR (5,00 persen). Sisa dana right issue sekitar 35,25 persen atau maksimal Rp21,14 miliar dari total nilai right issue II, merupakan dana tunai dari pelaksanaan HMETD oleh pemegang saham selain JSI Rp29,4 miliar.
Dana tersebut, setelah dikurangi biaya emisi, akan digunakan untuk modal kerja BSS, yaitu untuk kebutuhan operasional BSS dalam pelaksanaan kontrak jasa pertambangan yang sedang berjalan, seperti biaya operasional pertambangan, biaya tenaga kerja dan biaya pemeliharaan alat, yang akan disalurkan oleh Perseroan kepada BSS dalam bentuk setoran modal. (*)
Related News
UNTR Jadwal Dividen Rp430, Cum Date 5 November
Pantau Cum Dividen Dua Emiten Hari Ini
Rugi Beruntun, Emiten Properti Sri Tahir Panggul Defisit Rp245 Miliar
Pede Kinerja Q3 2026, BBCA Bidik Pertumbuhan Kredit 12% di 2026
BACH ARB, Liabilitas Bengkak, dan Laba Terbang 32 Persen
ARB, Laba Emiten H Isam Melejit 55,91 Persen





