EmitenNews.com - Libur Lebaran 2026 yang berdekatan dengan Nyepi melahirkan optimisme bakal mendongkrak kinerja sektor industri pariwisata. Direktur Utama InJourney Hospitality, Christine Hutabarat memproyeksikan adanya peningkatan okupansi hotel hingga 10 persen saat momen libur panjang Idul Fitri dan Hari Raya Nyepi pada bulani.

“Seperti proyeksi yang kami lakukan, kita akan sampai 10 persen peningkatannya dibandingkan tahun 2025,” kata Christine Hutabarat  dalam jumpa pers di Jakarta, Senin (9/3/2026).

Libur Lebaran dan Nyepi yang berlangsung berdekatan, ditambah dengan kebijakan bekerja dari mana saja (work from anywhere/WFA) dan cuti bersama, diharapkan mampu mendongkrak kinerja sektor industri pariwisata dalam negeri di kuartal pertama tahun ini.

“Kami juga melihat bahwa momentum Ramadhan dan Idul Fitri sebagai katalis penting bagi pemulihan dan pertumbuhan sektor pariwisata domestik. Jadi ini hal yang sangat positif. Ini memberikan momentum yang sangat positif tentunya bagi sektor pariwisata dan perhotelan,” katanya.

Christine mengatakan minat masyarakat untuk melakukan mudik atau pulang kampung dan menghabiskan waktu bersama keluarga untuk berlibur masih cukup tinggi.

Salah satunya hal itu terlihat dari pemesanan awal di hotel-hotel yang dikelola InJourney di berbagai kota wisata seperti Bali dan Yogyakarta.

“Dengan reservasi yang lebih awal, kami benar-benar bisa melihat bagaimana antusiasme para traveler ini untuk memanfaatkan momen libur panjang selama dua minggu,” ujar Christine.

Saat ini wisatawan domestik cenderung memanfaatkan libur panjang untuk melakukan liburan singkat (short getaway) ke kota-kota wisata dan menghabiskan waktu dengan aktivitas di hotel. ***