Harga Minyak Terjun di Bawah $90 per Barel
:
0
Aktivitas pelayaran di Selam Hormuz. Foto: ASEI
EmitenNews.com - Harga minyak turun di bawah $90 per barel pada hari Jumat, setelah Presiden AS Donald Trump membatalkan serangan besar-besaran ke Iran. Presiden juga mengatakan kesepakatan damai dapat dicapai dalam beberapa hari, perkembangan terbaru dalam pekan yang bergejolak bagi pasar minyak mentah.
Pada perdagangan awal Eropa pada hari Jumat, Brent turun 2,2% menjadi $88,39 per barel, sementara harga berjangka West Texas Intermediate turun 2% menjadi $85,91 per barel. Kedua patokan tersebut menuju kerugian mingguan sekitar 7%.
"Reaksi pasar terhadap berita itu sangat cepat," kata analis di Deutsche Bank. "Seluruh kurva harga minyak berjangka turun," ujar analis tersebut sebagaimana dilansir Marketscreener.com, Jumat (12/6/2026).
Pada hari Kamis, Trump mengancam akan melancarkan gelombang serangan militer lain terhadap Iran, dengan mengatakan bahwa militer AS akan merebut Pulau Kharg—pusat ekspor minyak utama Teheran—dan mengambil alih kendali penuh atas pasar minyak dan gasnya.
Negosiasi untuk secara bertahap membuka kembali Selat Hormuz dan mengakhiri perang sejauh ini menemui jalan buntu karena program nuklir Teheran dan tuntutan bantuan keuangan.
Related News
RI Bidik Pasar AI USD70 Miliar dan Swasembada Chip Semikonduktor
Persaingan Sengit Mobil Hybrid Korea-China di Busan Mobility Show
Harga Laptop dan Ponsel Naik Bukan karena Nilai Tukar, Tapi Sebab Ini
Kerusakan Institusi Hukum Ancam Investasi dan Pertumbuhan Ekonomi
PT Pos Gagal Bayar Bagi Hasil Sukuk Rp24 M yang Jatuh Tempo
Tiga Emiten Telko Bersaing Ketat di Lelang Dua Frekuensi Radio





