“Jika dicermati, perusahaan berhasil menjadi yang terbaik tahun ini lebih bervariasi dari sisi sektor usaha yang digeluti. Jadi bukan karena diuntungkan oleh sektor yang melewati tren positif. Perusahaan-perusahaan ini secara fundamental teruji punya agility, yang juga tercermin dari kinerja saham masing-masing,” ujar Prof Roy Sembel. 

 

Dewan Juri juga memberi perhatian soal komitmen emiten pada pengembangan kualitas sumber daya manusia, sisi environment, maupun corporate social responsibility/CSR. Poin tentang penerapan penerapan good corporate governance (GCG) layaknya menjadi bagian integral dari operasional perusahaan. Hal ini juga menjadi perhatian emiten dalam menilai perusahaan sebelum menempatkan dana pada perusahaan-perusahaan tersebut. 

 

“Dari emiten-emiten yang kita nilai, terutama di kelompok Best 5, tampak jelas mereka tidak hanya punya program terencana untuk implementasi ESG tetapi sudah menjadi bagian dari operasional perusahaan. Ada emiten yang sudah mengadopsi standar tinggi dalam penerapan ESG ini, dan bisa dibilang excellent,” ujar anggota Dewan Juri, Lily Widjaja yang intens memberi perhatian pada penerapan ESG di kalangan emiten. (Eko Hilman). ***