Liquidity Provider Disebut Penyelamat Saham FCA

Potret Jeffrey Hendrik, Direktur Pengembangan Perusahaan BEI di Gedung BEI, Jakarta pada saat Jumat (29/8). FOTO - EmitenNews.com/Akhmad Jiharka.
EmitenNews.com - Bursa Efek Indonesia (BEI) mennyoroti keberadaan Liquidity Provider (LP) sangat bermanfaat dalam mendorong saham-saham untuk keluar dari kategori Papan Pemantauan Khusus atau Full-Call Auction (FCA) untuk Kategori 1 dan 7.
Kehadiran LP diyakini mampu meningkatkan frekuensi transaksi sekaligus memperbaiki kualitas perdagangan di bursa.
Direktur Pengembangan BEI, Jeffrey Hendrik, menyampaikan bahwa skema LP memberi ruang bagi saham-saham dengan likuiditas rendah untuk lebih aktif diperdagangkan.
“Kita melihat peran liquidity provider ini sangat positif. Saham-saham yang tadinya masuk FCA, dengan adanya LP bisa lebih aktif dan punya peluang keluar dari FCA,” jelas Jeffrey saat ditemui wartawan Jumat (29/8).
Menurutnya, mekanisme LP juga sejalan dengan upaya melikuidasi saham-saham tak liquid. Seperti diungkapkan yakni, FCA kategori 1 dan 7.
FCA kategori 1, BEI mendefinisikan di mana harga rata-rata saham di Pasar Reguler dan/atau Pasar Reguler Periodic Call Auction (FCA) kurang dari harga gocap atau Rp51; dan dalam kondisi likuiditas rendah dengan rata-rata harian nilai kurang dari 5 juta rupiah dan volume kurang dari 10.000 selama triwulan terakhir.
Sementara, FCA kategori 7 BEI mengemukakan ialah saham yang memiliki likuiditas rendah dengan kriteria nilai transaksi rata-rata harian saham kurang dari 5 juta rupiah dan volume transaksi rata-rata harian saham kurang dari 10.000 saham selama tiga bulan terakhir di Pasar Reguler dan/atau Pasar Reguler Periodic Call Auction.
“Pasar modal kita butuh likuiditas yang sehat. Dengan adanya LP, investor akan lebih percaya diri karena ada pihak yang siap masuk dan menjaga kualitas perdagangan,” tambah Jeffrey.
BEI menegaskan, peran LP bukan hanya jangka pendek untuk mengatasi saham-saham berfrekuensi rendah, tetapi juga bagian dari strategi memperkuat daya saing pasar modal Indonesia di tingkat regional maupun global.
Sebagai informasi, baru satu anggota bursa (AB) yang resmi mendapat izin sebagai penyedia layanan Liquidity Provider (LP), yakni Phintraco Sekuritas.
Related News

BEI Tegaskan Perdagangan Saham Tetap Buka Besok!

Perkuat Peran dan Layanan OJK Delegasikan Wewenang Perizinan ke Daerah

Truk Berat Dibatasi, Contra Flow Diterapkan di Tol Saat Libur Maulid

Digitalisasi dan Integrasi Sistem Pembayaran Jadi Prioritas BI

Transaksi RI-Jepang Tanpa Dolar AS, Nilainya Capai USD5,1 Miliar

Terus Menggeliat, Bursa Karbon Indonesia Catat Transaksi Rp78,37M