EmitenNews.com - Harga minyak mentah melonjak dipicu kekhawatiran akan gangguan pasokan menyusul buntunya kesepakatan damai AS - Iran. Kontrak berjangka minyak mentah untuk pengiriman Juni (WTI) di New York Mercantile Exchange melonjak USD2,91 dari penutupan minggu sebelumnya menjadi USD98,33 per barel, membawa ambang batas USD100 kembali terlihat. Di London, kontrak berjangka minyak mentah Brent Juli juga melonjak, naik USD3,13 menjadi USD104,42 per barel.

Lonjakan tajam harga minyak mentah berjangka AS mendorong kenaikan suku bunga jangka panjang di pasar obligasi Jepang dan AS pada hari Senin (11/5). Di New York, imbal hasil obligasi Treasury 10 tahun naik menjadi 4,41%, sementara di Jepang, tekanan jual mendominasi, dengan imbal hasil obligasi pemerintah Jepang (JGB) 10 tahun mencapai 2,515% dan imbal hasil 20 tahun mencapai 3,375%.

Pemicunya negosiasi gencatan senjata yang terhenti antara AS dan Iran. Penolakan tegas Presiden Trump terhadap tanggapan Iran telah memperkuat perkiraan bahwa kendala pasokan minyak mentah akan terus berlanjut, memicu penjualan obligasi yang didorong oleh kekhawatiran inflasi yang meningkat. Para pelaku pasar mengamati dengan cermat tren harga energi sebagai indikator penting untuk kebijakan moneter dan arah suku bunga di masa mendatang.

Kondisi ini memicu riak di pasar obligasi baik di Jepang maupun Amerika Serikat. Finance BigGo menyebut di pasar obligasi New York pada tanggal 11, utang jangka panjang mengalami penurunan. Obligasi Treasury 10 tahun acuan, dengan tingkat kupon 4,125%, ditutup pada imbal hasil 4,41%, naik 0,06 poin persentase dari akhir pekan sebelumnya.

Ketidakpastian yang meningkat seputar negosiasi gencatan senjata AS-Iran telah memicu reli harga minyak mentah, yang kemudian memicu aksi jual obligasi yang lebih luas karena investor bersiap menghadapi potensi kebangkitan inflasi.

Dinamika ini meluas ke pasar Jepang. Di pasar obligasi Jepang pada tanggal 11, imbal hasil obligasi pemerintah Jepang 10 tahun yang baru diterbitkan diperdagangkan pada 2,515%, naik 0,045 poin persentase dari akhir pekan sebelumnya, sempat menyentuh 2,520%. Tekanan jual juga meningkat di ujung kurva ultra-panjang, dengan imbal hasil obligasi pemerintah Jepang 20 tahun yang baru diterbitkan naik 0,025 poin persentase menjadi 3,375%. Pandangan bahwa harga minyak mentah yang terus tinggi akan mendorong harga domestik secara efektif memicu penjualan obligasi.(*)