LPPF Tambah Ribuan Investor di Januari 2026, Free Float 46 Persen
Gerai PT Matahari Departement Store Tbk (LPPF)
EmitenNews.com - PT Matahari Department Store Tbk (LPPF) mencatat peningkatan partisipasi investor publik pada Januari 2026. Hingga akhir bulan lalu, porsi kepemilikan saham publik Perseroan mencapai 46,81 persen atau setara 1,057 miliar saham.
Berdasarkan laporan registrasi pemegang efek bulanan, total saham LPPF yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) berjumlah 2,258 miliar saham per 31 Januari 2026. Seiring dengan itu, jumlah investor LPPF juga bertambah signifikan.
Manajemen mencatat jumlah investor mencapai 18.065 pihak hingga akhir Januari 2026, meningkat 2.104 investor dibandingkan bulan sebelumnya yang sebanyak 15.961 pihak. Kenaikan ini mencerminkan meningkatnya minat investor terhadap saham emiten ritel tersebut.
Dari sisi struktur kepemilikan, Perseroan tidak melaporkan adanya perubahan komposisi pemegang saham. Pengendali LPPF, Auric Digital yang berbasis di Singapura, masih menggenggam 960,021 juta saham atau setara 42,51 persen dari total saham tercatat. Sementara itu, PT Multipolar Tbk (MLPL) sebagai pemegang saham terafiliasi tetap menguasai 209,992 juta saham atau sekitar 9,3 persen.
LPPF juga mengungkap dua penerima manfaat akhir (ultimate beneficial owner) atas kepemilikan saham Perseroan, yakni Stephen Riady dan Andy Adhiwana yang merupakan menantu dari Stephen Riady.
Peningkatan jumlah investor tersebut turut diiringi penguatan harga saham. Sepanjang tahun berjalan 2026, saham LPPF telah mencatatkan kenaikan 12,94 persen secara year to date. Dalam satu bulan terakhir, penguatannya mencapai 8,17 persen.
Pada perdagangan Kamis, hingga pukul 11.59 WIB, saham LPPF terpantau menguat 50 poin atau 2,67 persen ke level Rp1.920 per saham.
Related News
Penuhi Remisi dan Free Float, Saham MYTX Dibuka Usai Terkunci Setahun!
MDKA Amankan Pembayaran Obligasi Jatuh Tempo 2 Maret
Lego 979,42 Juta Saham BKSL, Samuel Sekuritas Rauf Dana Segini
MEDC Tarik Fasilitas Rp800 Miliar, Simak Alokasinya
Bunga Menarik, Emiten Prajogo (TPIA) Jajakan Obligasi Rp2,25 TriliunĀ
Summarecon (SMRA) Urus Jalur MRT Koridor Timur-Barat





