Lusa, Astrindo Nusantara (BIPI) Ajukan Izin Private Placement 5,79 Miliar Lembar
:
0
EmitenNews.com - Astrindo Nusantara Infrastruktur (BIPI) bakal menggelar private placement maksimal 5.791.836.091 helai alias 5,79 miliar lembar. Itu dialokasikan 10 persen dari total 57,91 miliar saham ditempatkan, dan disetor dalam perseroan per 31 Desember 2022.
Pengeluaran saham baru tersebut dibalut nilai nominal Rp100. Rencana itu, didasari keinginan untuk meningkatkan nilai bagi para pemegang saham melalui pertumbuhan usaha dengan suntikan modal dari private placement tersebut. Dana hasil aksi itu untuk investasi, dan modal kerja, termasuk pembayaran kewajiban perseroan.
Tepatnya, sekitar 40 persen dana hasil private placement untuk pengembangan dan ekspansi usaha melalui penyertaan modal, akuisisi, dan/atau kerja sama pada proyek-proyek potensial. Misalnya, penambahan dan ekspansi infrastruktur pertambangan berupa jalan tambang, fasilitas conveyor belt, fasilitas pengelolaan, dan penyimpanan hasil tambang, pelabuhan tambang, dan lain-lain.
Ekspansi ke sektor pembangkit tenaga listrik baik menggunakan sumber energi konvensional seperti batu bara, maupun sumber energi terbarukan alias clean energy seperti pembangkit listrik dengan memanfaatkan fasilitas pengolahan sampah antara (FPSA), dan proyek pertambangan prospektif yang dapat memanfaatkan infrastruktur milik perseroan.
Selanjutnya, sekitar 60 persen dana hasil private placement untuk modal kerja, antara lain untuk biaya operasional. Nah, seiring drencana tersebut, perseroan memandang private placement akan memperkuat struktur permodalan, yang pada akhirnya mendukung bisnis perseroan. Dana tambahan tersebut tidak menambah beban bunga, atau penempatan agunan lain dibanding melalui pinjaman perbankan atau pihak ketiga.
Menyusul aksi tersebut akan membuat persentase kepemilikan saham para pemegang saham mengalami dilusi maksimal 9,09 persen. Rencana tersebut kalau tak aral melintang dipentaskan setelah mendapat restu pemegang saham.
Nantinya, perseroan akan meminta izin kepada investor melalui rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) pada Kamis, 23 Februari 2023 pukul 14.00 WIB. Rapat akan berlangsung di Sopo Del Office Tower and Lifestyle Center B Lantai 21-22, Jalan Mega Kuningan Barat III Lot 10.1-6. Peserta berhak hadir dengan nama tercatat sebagai pemegang saham pada 31 Januari 2023. (*)
Related News
MTEL Tabur Dividen 98 Persen Laba, Tembus Rp2,08 Trilliun
Harita Nickel Tebar Dividen Rp2,7 Triliun, Setara 30 Persen Laba 2025
Usai RUPS, Dua Emiten Ini Bakal Bagi Dividen
BNII Jadi Holding, Integrasikan Bank, Sekuritas hingga Multifinance
Hashim Komut dan Fadel Komisaris, WIFI Konsisten Bagi Dividen
ITSEC Asia (CYBR) Ekspansi Usaha Pengembangan AI dan Perangkat Lunak





