EmitenNews.com - Estika Tata Tiara (BEEF) mendaratkan 250 ekor sapi perah impor. Sapi itu, pada 2 Februari 2026 telah tiba di Pelabuhan Tanjung Intan, Cilacap, Jawa Tengah. Kedatangan sapi tersebut, merupakan rencana dan bagian dari program pemerintah yaitu Makan Bergizi Gratis (MBG).

Ya, sejak Januari?2025, pemerintah menargetkan 20 juta penerima MBG, dan memerlukan sekitar 4?juta ton susu per tahun untuk masyarakat Indonesia. Impor sapi perah induk, pemerintah menarget mengimpor 400?ribu sapi pada 2025, setengahnya merupakan sapi perah, sebagai bagian dari target 2?juta sapi dalam 5 tahun ke depan. 

Selain itu, juga kerja sama global, kesepakatan Indonesia untuk integrasi ekspor susu dalam program nutrisi, termasuk transfer teknologi, regulasi, dan dukungan rantai dingin dalam memperkuat kapasitas produksi susu segar serta mendukung pengembangan bisnis peternakan terintegrasi secara berkelanjutan.

Pengadaan kedatangan sapi perah itu, terlaksana melalui kerja sama strategis dengan PT Lunar Chemplast sebagai mitra dalam proses pengadaan dan importasi. Sinergi itu, menjadi langkah penting dalam memastikan kualitas ternak yang didatangkan memenuhi standar kesehatan, produktivitas, dan keberlanjutan operasional perseroan.

Setibanya di Pelabuhan Tanjung Intan, Cilacap, sapi perah telah menjalani masa karantina kurang lebih dua minggu sesuai dengan ketentuan, dan prosedur kesehatan hewan berlaku. Selanjutnya, sapi perah ditempatkan di kawasan Balai Besar Pembibitan Ternak Unggul (BBPTU) Manggala, Baturaden, Kabupaten Banyumas. 

Dengan fasilitas peternakan telah disiapkan dengan luas kandang sekitar 1.709 meter persegi (m²) di atas lahan seluas 1.448 m², dirancang untuk memastikan kenyamanan, kesehatan, dan produktivitas ternak secara optimal. Lokasi Baturaden di dataran tinggi dengan iklim sejuk dinilai sangat mendukung stabilitas produksi susu, dan kesejahteraan hewan.

Proses pengelolaan, dan perawatan sapi perah, perseroan bekerja sama dengan Balai Besar Pembibitan Ternak Unggul (BBPTU) Baturaden guna memastikan penerapan standar manajemen peternakan terbaik. Kerja sama itu, mencakup aspek teknis pemeliharaan, pengawasan kesehatan ternak, dan pengembangan sistem produksi berkelanjutan.

Perseroan juga melakukan penanaman tanaman pakan ternak di area seluas 178.214 m² di Desa Tumiyang, Kecamatan Pekuncen, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah sebagai bagian dari penguatan rantai pasok pakan. Area tersebut berada pada ketinggian sekitar 700 mdpl di atas permukaan laut, dengan kondisi agroklimat mendukung pertumbuhan hijauan berkualitas tinggi guna menjaga nutrisi, dan produktivitas sapi perah.

Melalui langkah itu, perseroan optimistis dapat mengembangkan, meningkatkan kapasitas produksi susu segar secara signifikan, memperkuat ketahanan rantai pasok, dan berkontribusi dalam mendukung pemenuhan kebutuhan protein hewani nasional. Pengembangan itu, sekaligus menegaskan komitmen dalam membangun sektor peternakan modern berorientasi pada keberlanjutan, dan ketahanan pangan nasional. (*)