Sebelumnya Busrul juga pernah mengatakan, di tengah kondisi pandemi, penyaluran kredit Bank Jatim mampu tumbuh dengan baik terutama kredit untuk sektor UMKM yang terealisasi Rp7,55 triliun atau tumbuh 11,07 persen yoy, sedangkan kredit komersial mencapai Rp10,46 triliun atau tumbuh 1,28 persen yoy dan kredit sektor konsumsi mencapai Rp24,74 triliun naik 1,58 persen yoy. 

 

“Dari kinerja tersebut, tampak bahwa pertumbuhan kredit UMKM sangat tinggi dibandingkan kredit komersial dan konsumsi. Ini menunjukkan bahwa sektor UMKM memiliki peran penting bagi perbankan dan bagi perekonomian Jatim itu sendiri,” ujarnya.

 

Direktur Manajemen Risiko Bank Jatim, Rizyana Mirda mengatakan dalam penyaluran kredit UMKM terdapat beberapa skim seperti produk Jatim Ritel, Bankit KKPA (kredit kepada Koperasi untuk anggotanya), Jatim Mikro, hingga Kredit Usaha Rakyat (KUR).

 

“Untuk KUR pada tahun lalu dianggarkan Rp1 triliun tetapi baru terserap Rp577 miliar. Penyerapan belum optimal karena saat itu pencairannya baru di pertengahan 2021. Namun untuk tahun ini KUR dianggarkan Rp2 triliun,” imbuhnya.