Mantap! Pefindo Raih Mandat Penerbitan Obligasi Untuk Semester II-2022 Rp70 Triliun
Salyadi Saputra Direktur Utama PT Pemeringkat Efek Indonesia atau Pefindo dalam paparannya secara virtual kepada media, Jumat 8 Juli 2022. Foto Tangkapan Layar/Rizki
Ia beralasan, penyerap terbesar dari surat utang korporasi merupakan Manajer Investasi, sehingga perlu adanya pemeringkatan Manajer Investasi sebagai bentuk perlindungan investor. Rincinya, porsi penyerapan surat utang oleh Manajer Investasi per Februari 2022 mencapai 27,7 persen atau senilai Rp 297,3 persen.
Hal itu diperkuat dengan porsi reksa dana pendapatan tetap dari total dana kelolaan yang mencapai 26,6 persen. “Ini bisa dipahami, karena reksa dana pendapatan tetap memiliki tingkat risiko lebih rendah dibandingkan saham, tapi memang imbal hasilnya, tidak sebesar reksa dana saham,” kata dia.
Sementara itu, lanjut dia, Pefindo telah mengajak pemangku kepentingan untuk meracik pemeringkatan Manajer Investasi. “Semoga dalam waktu dekat, layanan pemeringkatan Manajer Investasi bisa diluncurkan,” kata dia.
Related News
Produksi Jagung Pangan Untuk Industri Digenjot, Targetnya 18 Juta Ton
Wamenkeu: Tarif Layanan Seharusnya Bukan Fokus Cari Untung
Aset Perbankan Syariah Capai Angka Tertinggi Sepanjang Masa
Sektor Halal Value Chain Tumbuh 6,2 Persen Pada 2025
PTBA Targetkan Kapasitas Produksi 100 Juta Ton
Berlaku 2027, AHY: Kebijakan ODOL Tak Boleh Hanya Sasar Pengemudi





