Mari Intip Prospek Bisnis IPCC di 3 Kota Besar Via Stategi E-Tiket, Digitalisasi dan RFID
Sementara itu Andi Hamdani sebagai direktur operasi dan teknik IPCC mengatakan, sepanjang tahun 2021 ini hingga bulan Oktober kegiatan bongkar muat kendaraan di terminal sudah sangat bergeliat dibandingkan dengan tahun sebelumnya, angka kendaraan yang dibongkar muat juga sudah sangat melonjak seiring dengan perbaikan ekonomi dan industri otomotif yang mulai menemukan titik terang dengan penjualan yang cukup signifikan baik ditopang dari domestik maupun ekspor impor.
“Jadi saat ini yang kami lakukan adalah fokus pada nilai pelayanan seperti e-tiket yang terintegrasi dengan car maker dan juga sudah custom dengan bea cukai. Bahkan untuk tahap awal sudah menerapkan RFID bersama dengan Toyota. Hal lain terkait pengembangan, komputerisasi juga sudah mulai dilakukan di lapangan sehingga semua yang dilakukan dapat termonitoring secara rapi dan benar,” ujar Andi.
Sementara itu IPCC tahun ini menganggarkan capex sebesar Rp43 miliar yang realisasi terbesarnya terserap untuk perbaikan infrastruktur dan juga digitalisasi yang tengah dikembangkan. Karena untuk optimalisasi layanan dan juga digitalisasi. IPCC saat ini tengah menyiapkan beberapa langkah strategis untuk memperlebar terminal di beberapa tempat, tutup Andi.
Sebagai tambahan informasi, RFID adalah singkatan dari Radio Frequency Identification. RFID adalah suatu teknologi yang digunakan untuk melakukan identifikasi dan pengambilan data dengan menggunakan barcode atau magnetic card. Metode identifikasinya menggunakan sarana yang disebut label RFID yang berfungsi untuk menyimpan dan mengambil data jarak jauh. Label RFID pada prakteknya dapat disematkan dalam suatu produk, hewan bahkan manusia. Proses identifikasi pada RFID dapat terjadi dengan menggunakan gelombang elektromagnetik. Oleh sebab itu proses identifikasi RFID membutuhkan dua perangkat yaitu tag dan reader agar dapat berfungsi dengan baik.
RFID tag adalah alat yang menempel pada benda yang akan diidentifikasi oleh RFID reader. RFID tag terdiri dari 2 jenis yaitu aktif dan pasif. Tag pasif dapat digunakan tanpa harus memakai baterai sedangkan tag aktif memerlukan baterai untuk bisa dioperasikan. RFID tag berisi suatu tag unik yang berbeda satu dengan yang lainnya. Selain itu, informasi yang tersimpan pada suatu benda atau objek yang terhubung pada tag hanya terdapat pada sistem atau database yang dihubungkan ke RFID reader.
RFID reader sendiri adalah alat yang mampu membaca RFID tag. RFID reader juga terdiri dari RFID reader pasif dan RFID reader aktif. RFID reader pasif mampu menjangkau sampai dengan 600 meter. Namun, reader pasif hanya mampu menerima sinyal radio dari tag aktif. Sedangkan reader aktif dapat memancarkan sinyal interogator ke tag dan menerima balasan autentikasi dari tag. Selain itu sinyal interogator juga dapat berfungsi sebagai sumber daya tag pasif.
Related News
Perkuat Aset, MPPA Akusisi Properti Ritel di Bogor Rp49,5 Miliar
Butuh Dana Operasional, Transkon Jaya Tarik Lagi Rp25M dari Afiliasi
MDRN Teken Kerja Sama dengan Dirgantara Indonesia, Garap Smart Factory
Keponakan Hermanto Tanoko Borong 6,5 Juta Saham AVIA Senilai Rp2,92M
Naik Cuma Secuil, Laba Bersih ISSP 2025 Tembus Rp534,24 Miliar
Anggaran Jumbo, Mercury Strategic Tender Wajib 73 Persen Saham NATO





