Marketing Sales Naik 59 Persen, Surya Semesta (SSIA) Catat Pendapatan Rp1,3 Triliun

EmitenNews.com - PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA) menyampaikan bahwa pada sembilan bulan pertama di 2021, Perseroan membukukan pendapatan konsolidasi sebesar Rp1,392 trilun. Pendapatan ini mengalami penurunan sekitar 34,5% dari Rp2,125,1 triliun yang dibukukan di 9M20.
SSIA mencatat penjualan lahan seluas 8,8 hektar pada 9M21 ke perusahaan teknologi regional dan perusahaan kimia dengan nilai total Rp155,9 miliar. Naik sekitar 58,5% dibandingkan dengan penjualan tanah di 9M20 sebesar 5,6 hektar. SSIA berusaha meraih tambahan penjualan lahan sebesar 5 hektar hingga akhir FY21 yang berasal dari Suryacipta City of Industry Karawang meskipun penjualan lahan melambat selama 1,5 tahun terakhir.
"Penurunan pendapatan ini terutama disebabkan oleh pendapatan konstruksi dan perhotelan yang masing-masing turun sebesar 38,9% dan 39,2%. Sementara itu, pendapatan segmen bisnis properti SSIA turun sekitar 2,0%,"tulis Manajemen SSIA, dalam keterangan tertulisnya, Rabu (8/12).
Sementara, laba kotor perseroan 9M21 turun 27,1% YoY menjadi Rp246,9 miliar dari Rp338,5 miliar di 9M20, akibat dari penurunan laba kotor perhotelan sebesar 58,1%. Adapun EBITDA 9M21 turun 118.1% YoY menjadi -Rp7,2 miliar dari Rp39,7 miliar di 9M20, disebabkan karena penurunan EBITDA perhotelan sebesar 49,5%. Sehingga, rugi bersih konsolidasi SSIA selama 9M21 tercatat sebesar Rp269,0 miliar, turun 35,9% dibandingkan dengan rugi bersih Rp197,9 miliar di 9M20.
"Penurunan laba bersih terutama disebabkan oleh penurunan laba operasional sekitar 2,055.7% dari -Rp4,0 miliar pada 9M20 menjadi -Rp86,9 miliar pada 9M21,"terang Manajemen SSIA.
Sedangkan posisi kas Perseroan per 9M21 mencapai Rp665,1 miliar, turun 37,4% dari posisi kas 1H21 sekitar Rp1.062,0triliun. Penurunan tersebut disebabkan oleh pembebasan lahan Subang Smartpolitan serta pengembangan pada periode 3Q21 yaitu sekitar Rp215 miliar. Sementara itu utang kena bunga untuk periode 9M21 sebesar Rp2.500,4 miliar menghasilkan rasio utang/ekuitas (gearing ratio) sebesar 63,0%.
Related News

CMNP Mau Borong 10 Persen Saham di Pasar, Ini Alasannya

BRI Raih 2 Penghargaan The Asset Triple A atas Konsistensi ESG

Laba Tumbuh Moderat, 2024 Pendapatan BELL Sentuh Rp585 Miliar

Pendapatan Drop, DILD 2024 Tabulasi Laba Rp174,76 MiliarĀ

Melambung 295 Persen, WIFI 2024 Gulung Laba Rp231 Miliar

Laba dan Pendapatan Tumbuh, Ini Kinerja GOLF 2024