Masih Ada 1.396 Jiwa Yang Bertahan di Pengungsian Aceh Tamiang
Presiden Prabowo Subianto saat mengunjungi warga Aceh di tenda pengungsian akibat bencana Sumatera. Dok. Kantor Staf Presiden.
EmitenNews.com - Bencana Sumatera masih menyisakan duka mendalam. Sebanyak 352 kepala keluarga atau 1.396 jiwa penyintas banjir masih bertahan di pengungsian di Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh. Meski telah memasuki tiga bulan lebih pascabencana, mereka masih bertahan di pengungsian sembari menunggu hunian sementara rampung.
Dari jumlah itu, terdapat 61 bayi dan 106 anak di bawah lima tahun (balita). Angka ini jauh lebih besar dibanding data pengungsi yang dikeluarkan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sebanyak 992 jiwa di Kabupaten Aceh Tamiang.
Pelaksana Tugas Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Imam Suhery, Sabtu (7/3/2026) menyebutkan, data itu diperbarui secara berkala. Pasalnya, warga yang sudah menerima Dana Tunggu Hunian (DTH) akan berpindah ke rumah sewa sembari menunggu hunian tetap dikerjakan setelah Idul Fitri tahun ini.
Kini, pengungsi tersisa di enam kecamatan, yaitu Kecamatan Kejuruan Muda, Sekerak, Rantau, Tamiang Hulu, Bandar Pusaka, dan Kecamatan Kota Kuala Simpang. Jumlah terbesar di Kecamatan Sekerak 517 jiwa dan Kecamatan Bandar Pusaka 233 jiwa.
BNPB berusaha menyelesaikan pembangunan hunian sementara sebelum Lebaran 2026. Namun, jika dilihat dari lapangan, tampaknya tidak rampung sebelum Lebaran. Karena itu, pemerintah menawarkan opsi untuk penyintas banjir menerima DTH sehingga bisa menyewa rumah dan melewati Lebaran 2026 di rumah sewa.
"Rencananya hunian tetap mulai dibangun setelah Idul Fitri. Jadi, sembari menunggu hunian tetap, bisa di rumah sewa dulu. Kami tawarkan pilihan itu," kata Imam Suhery. ***
Related News
Kurangi Ketergantungan Pada Energi Fosil, NEXT Dorong Pemanfaatan EBT
Arus Mudik Lebaran, Cermati Simulasi Proyeksi Pergerakan Masyarakat
Pemerintah Pastikan Stok BBM Aman, Warga Jangan Panic Buying
Pembatasan Medsos Untuk Anak, Perlu Dewas Independen
3 WNI ABK Kapal Tenggelam Hilang di Selat Hormuz, Kemlu Upayakan Ini
Setengah Anak Indonesia Pernah Lihat Konten Seksual di Internet





