Masih Bertahan di MSCI, Emiten Grup Bakrie Cetak Laba Turun di Q3 2026
:
0
Potret kawasan salah satu anak usaha milik PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS). Foto: PT Citra Palu Minerals
EmitenNews.com - Emiten pertambangan mineral grup Bakrie, PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) masih menjadi salah satu konstituen emiten RI yang ada di indeks utama MSCI.
BRMS masih bertahan dengan 8 emiten lainnya di MSCI Global Standard Index. Di mana mayoritas, emiten di kelas indeks ini memliki kapitalisasi pasar jumbo, seperti PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) dan lainnya.
Kesembilan emiten yang masih bertahan di MSCI itu yakni PT Astra International Tbk (ASII), PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI), PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI), PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI), PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS), PT Barito Pacific Tbk (BRPT), PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM), dan PT United Tractors Tbk (UNTR).
Lantas, bagaimana kinerjanya di kuartal III 2026? Menilik data laporan keuangan dan tahunan emiten yang ada di laman BEI, beberapa emiten telah melaporkan kinerja hiingga kuartal III 2026.
Salah satu di antaranya yakni BRMS yang diketahui mencatatkan penurunan, baik dari sisi top line maupun bottom line.
Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian per 30 September 2026 di keterbukaan informasi (28/10/2026), BRMS membukukan penjualan sebesar USD167,58 juta, turun 8,71 persen dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar USD183,58 juta.
Meski beban pokok penjualan berhasil ditekan hingga turun 11,47 persen menjadi USD75,03 juta, laba bruto BRMS tetap terkikis.
Per September 2026, laba bruto BRMS tercatat sebesar USD92,55 juta, turun 6,35 persen dari capaian periode sama tahun sebelumnya sebesar USD98,82 juta.
Penurunan itu juga akhirnya tercermin dengan laba neto yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar USD23,93 juta. Turun 36,85 persen dari perolehan periode sama tahun lalu sebesar USD37,91 juta.
Laba per 1000 saham dasar juga ikut terpangkas menjadi USD0,17 dari sebelumnya USD0,27.
Related News
Laba Bersih KAQI Tumbuh Kuat 84 Persen di Kuartal III-2026
BIKE Teken MoU dengan Pasar Jaya, Garap Proyek Pasar Minggu Rp1,1T
HATM Kantongi Fasilitas Kredit dari BCA, Manajemen Ungkap Tujuannya
VICI Angkat Rahayu Saraswati Jadi Wakomut, Siap Ekspansi Mancanegara
Tutup Kuartal III 2026, EMMI Kemas Pendapatan Turun-Rugi Bersih
Pendapatan CDIA Tembus USD122 Juta, EBITDA Melonjak 65 Persen





