Masih Tertekan, IHSG Menuju Level 6.850
Tampak seseorang mengamati pergerakan IHSG melalui ponsel pintar. FOTO - ISTIMEWA
EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 1,96 persen menjadi 6.968. Itu akibat tertekan sentimen negatif dari potensi eskalasi perang Israel-Iran. Pasar khawatir perang meluas, dan melibatkan lebih banyak negara, khususnya beberapa negara besar pendukung Israel, dan Iran.
Kondisi itu, akan meningkatkan kompleksitas perang, dan berpotensi mempersempit ruang perdamaian. Pasar khawatir perang mengganggu rantai pasokan sejumlah komoditas energi, khususnya minyak dan gas memicu kenaikan harga pada kedua komoditas tersebut.
Seiring kenaikan harga energi, risiko inflasi meningkat, sehingga ruang bank-bank sentral, khususnya the Fed untuk memangkas suku bunga acuan sisa tahun 2025 makin sempit. Di sisi lain, ekonomi Amerika Serikat (AS) saat ini memerlukan stimulus ekonomi, termasuk stimulus fiskal untuk pulih.
Dengan begitu, kembali membangun kekhawatiran terhadap risiko resesi AS yang tentu akan berdampak negatif ke ekonomi global. Pasar domestik, tampak memanfaatkan sentimen perang tersebut sebagai validasi untuk melakukan sell-off. So, indeks diperkirakan masih tertekan.
Sepanjang perdagangan hari ini, Jumat, 20 Juni 2025, indeks berpotensi menguji support 6.820-6.850 pekan ini atau awal pekan depan. Secara teknikal, terbentuk pola minor double top bersamaan dengan pelemahan Kamis, 19 Juni 2025. Berdasar data itu, Phintraco merekomendasikan saham MEDC, ELSA, MDKA, MAPA, dan WIFI, sebagai jujukan koleksi. (*)
Related News
Jelang Long Weekend, IHSG Dibuka Anjlok ke 7.120
Konflik Surut, Investor Merangsek Pasar
Sentimen Global Angkat Pasar, IHSG Uji Level 7.300
IHSG Menguat ke 7.184, MNC Sekuritas Wanti-wanti Koreksi
Kejar Saham IPO WBSA, IPOT Permudah Akses Pembelian Investor Ritel
Pasar Masuk Fase Distribusi, Mirae Sarankan Cermati Saham Defensif





