Masuk Daftar Efek Marjin, Transaksi Saham UVCR Melonjak Drastis
:
0
Suasana both Ultra Voucher pada suta kesempatan. FOTO - ISTIMEWA
EmitenNews.com - Trimegah Karya Pratama (UVCR), emiten teknologi bergerak bidang layanan voucher digital, dan gift card, kembali mencatat perkembangan positif di pasar modal. Sejak melaksanakan penawaran umum perdana saham pada 27 Juli 2021, perseroan menunjukkan pertumbuhan konsisten, termasuk keberhasilan berpindah dari papan akselerasi ke papan pengembangan pada 2023 dalam waktu relatif singkat.
Sejalan dengan kinerja keuangan menunjukkan tren positif berdasar laporan keuangan tahun buku 2025, dan kuartal I-2026, saham UVCR kini resmi masuk daftar efek transaksi marjin berlaku mulai Mei 2026. Masuknya suatu saham dalam daftar efek marjin mencerminkan adanya kriteria tertentu telah dipenuhi, dan memberi fleksibilitas tambahan bagi investor.
Melalui mekanisme itu, investor dapat melakukan transaksi dengan dukungan pembiayaan dari perusahaan sekuritas, sehingga berpotensi meningkatkan kapasitas investasi, dan peluang imbal hasil, dengan tetap mempertimbangkan risiko melekat. Secara umum, saham tergolong dalam efek marjin cenderung memiliki tingkat likuiditas lebih baik, karena investor dapat melakukan pembelian dalam jumlah lebih besar dibanding modal kas yang dimiliki.
Namun demikian, tidak seluruh saham dapat diperdagangkan melalui skema ini. Bursa Efek Indonesia (BEI) secara berkala menetapkan, dan memperbarui daftar efek marjin setiap bulan melalui surat edaran resmi. Berdasar data perdagangan BEI, saham UVCR menunjukkan peningkatan aktivitas transaksi signifikan. Jika sebelumnya nilai transaksi harian berada di bawah Rp10 miliar, pada 30 April 2026 tercatat 4.885 transaksi senilai Rp23,49 miliar.
Angka tersebut meningkat pada 4 Mei 2026 menjadi 8.267 transaksi dengan total nilai Rp33,44 miliar. Pada periode sama, harga saham UVCR juga mengalami kenaikan 9,71 persen atau setara 20 poin ke level Rp226. Dalam perspektif lebih luas, performa saham UVCR juga menunjukkan tren pertumbuhan kuat. Satu bulan terakhir, saham UVCR mencatat kenaikan 83,74 persen, sementara dalam periode satu tahun meningkat hingga 270,49 persen dari posisi terendah.
Adapun berdasar pengumuman BEI, daftar efek transaksi marjin berlaku sejak Mei 2026 mencakup sejumlah saham. Antara lain BNII, CINT, CITA, GWSA, JAYA, MITI, MUTU, PALM, PRDA, SUPA, UVCR, dan VINS. Sementara itu, beberapa saham yang tidak lagi termasuk dalam daftar tersebut antara lain BIKE, CRAB, FORE, KSIX, NCKL, NICE, PPRE, dan VTNY. (*)
Related News
Kuartal I, Laba PANI Meningkat Lebih dari 10 Kali Lipat
MLPT Tabur Dividen Rp80 per Lembar, Cum Date 8 Mei 2026
Bursa Buka Suspensi WBSA Usai Seminggu Digembok, Kini Masuk FCA!
Kinerja ABMM Tertekan, Salurkan Dividen, Tengok Bagian Lo Kheng Hong
PZZA Jadwal Dividen, Putus Tren Negatif, dan Konsisten Laba
Target Pendapatan Naik 1.584 Persen, GPSO Pede Raih Laba Edisi 2026





