EmitenNews.com - Medco Redwood Tree Limited menerbitkan obligasi senilai USD300 juta dengan masa jatuh tempo pada tahun 2032. Surat utang anak usaha PT Medco Energi Internasional Tbk. (MEDC) Itu, memiliki kupon 8,875 persen dan memperoleh peringkat BB- dari Fitch, BB- dari S&P Global, serta Ba3 dari Moody’s. Dananya akan digunakan untuk membiayai kembali, atau melunasi utang.

Dalam keterangannya, Jumat (6/11/2026), CEO MedcoEnergi Ronald Gunawan mengungkapkan dengan rekam jejak panjang di pasar modal internasional, pihaknya sangat senang mendapat kepercayaan para investor.

Dana bersih hasil penerbitan obligasi ini, tutur Ronald, akan digunakan untuk membiayai kembali (refinancing) atau melunasi utang yang sudah ada.

Penerbitan obligasi itu mempertegas komitmen perseroan terhadap pengelolaan liabilitas yang proaktif dan disiplin keuangan. Pembiayaan kembali utang dinilai mendukung upaya perseroan untuk menjaga profil jatuh tempo utang yang terkelola dengan baik.

Sementara itu PT Medco Energi Internasional Tbk. (MEDC) telah menandatangani kesepakatan mengakuisisi hak partisipasi nonoperator sebesar 10 persen di empat Kontrak Bagi Hasil (Production Sharing Contract/PSC) minyak dan gas bumi di Cekungan Kutai, Kalimantan Timur, dari perusahaan energi asal Italia, Eni S.p.A.

CEO MedcoEnergi Ronald Gunawan, 12 Oktober 2026, mengatakan langkah ini sebagai strategi untuk memperkuat portofolio bisnis hulu migas di Indonesia, sekaligus memperluas keterlibatan Perseroan dalam rantai pasokan gas alam cair atau liquefied natural gas (LNG) yang telah dibangun dengan infrastruktur operasional berkelas dunia.

Empat PSC tersebut meliputi Muara Bakau, Ganal, West Ganal, dan East Ganal yang mencakup aset produksi, pengembangan, serta eksplorasi gas. Keempatnya saat ini dioperasikan oleh Searah, perusahaan patungan yang baru dibentuk antara Eni dan PETRONAS. ***