Melangit 111 Persen, Bank Banten 2023 Berbalik Laba Rp26 M

KINERJA - Direksi Bank Banten foto bersama pada suatu kesempatan. FOTO - ISTIMEWA
EmitenNews.com - Bank Banten (BEKS) sepanjang 2023 sukses mentabulasi laba bersih Rp26,59 miliar. Berbalik melejit 111 persen dari episode sama 2022 dengan torehan rugi Rp239,28 miliar. So, laba per saham berbalik menjadi Rp0,51 dari periode sama tahun sebelumnya minus Rp4,61.
Pendapatan bunga bersih Rp196,27 miliar, melesat 25 persen dari posisi sama 2022 sejumlah Rp156,30 miliar. Itu dari pendapatan bunga Rp452,75 miliar, susut 1,67 persen dari edisi sama tahun sebelumnya Rp460,46 miliar. Beban bunga Rp256,48 miliar, terpangkas 15,67 persen dari fase sama 2022 sebesar Rp304,16 miliar.
Pendapatan operasional lainnya Rp75,92 miliar, susut 11,42 persen dari posisi sama 2022 senilai Rp85,71 miliar. Beban operasional lainnya Rp260,58 miliar, berkurang 51,61 persen dari Rp538,46 miliar. Laba operasional Rp29,10 miliar, meroket 109,52 persen dari minus Rp305,56 miliar.
Laba sebelum pajak Rp50,53 miliar, menanjak 117 persen dari tekor Rp284,64 miliar. Laba komprehensif Rp27,28 miliar, surplus 110 persen dari Rp249,37 miliar. Jumlah saham beredar 43,84 miliar helai, melorot 15,48 persen dari akhir 2022 sekitar 51,87 triliun lembar. Dana pihak ketiga (DPK) Rp3,73 triliun, turun 10 persen dari akhir 2022 senilai Rp4,16 triliun.
Total aset Rp6,8 triliun, susut 5,85 persen dari akhir 2022 sebesar Rp7,22 triliun. Jumlah liabilitas Rp5,13 triliun, turun tipis dari akhir tahun sebelumnya Rp5,58 triliun. Jumlah ekuitas Rp1,66 triliun, naik 1,66 persen dari tahun sebelumnya Rp1,64 triliun. Penyaluran kredit Rp3,7 triliun, tumbuh minimalis 0,05 persen dari akhir 2022 senilai Rp3,69 triliun. (*)
Related News

Laba dan Pendapatan Meroket, Ini Detail Kinerja KIJA 2024

Laba Melambung 138 Persen, GSMF 2024 Defisit Rp972 Miliar

Laba Merosot, Grup Lippo (MLPL) 2024 Catat Penjualan Rp11,4 Triliun

Susut 24 Persen, Rugi PZZA 2024 Sisa Rp72,83 Miliar

Drop 177 Persen, GTBO 2024 Berbalik Boncos USD3,21 Juta

Pengendali IDPR Belum Berhenti Borong Saham, Ada Apa?