EmitenNews.com - Sampoerna Agro (SGRO) paruh pertama 2023 mencatat laba bersih Rp212,26 miliar. Merosot 60 persen dari episode sama tahun lalu sebesar Rp539,12 miliar. So, laba per saham dasar ikut tersungkur menjadi Rp117 dari periode sama tahun sebelumnya senilai Rp296. 


Koreksi laba itu selaras dengan penjualan Rp2,54 triliun, susut 3,05 persen dari edisi sama tahun lalu Rp2,62 triliun. Beban pokok penjualan Rp2 triliun, bengkak dari periode sama tahun sebelumnya senilai Rp1,53 triliun. Laba kotor terakumulasi Rp538,42 miliar, menukik tajam 50 persen dari posisi sama tahun lalu sejumlah Rp1,08 triliun. 


Perubahan nilai wajar aset biologis Rp37,03 miliar, melambung dari minus Rp79,61 miliar. Beban penjualan dan pemasaran Rp59,73 miliar, bengkak dari Rp38,15 miliar. Beban umum dan administrasi Rp132,72 miliar, bengkak dari Rp129,48 miliar. Pendapatan lainnya Rp38,76 miliar, turun dari Rp49,62 miliar. Beban lainnya Rp70,65 juta, turun dari Rp71,39 miliar. 


Laba usaha Rp351,11 miliar, menyusut dari Rp815,16 miliar. Biaya keuangan Rp86,04 miliar, susut dari Rp102,61 miliar. Pendapatan keuangan Rp6,88 miliar, menanjak dari Rp5,11 miliar. Laba sebelum pajak penghasilan Rp271,95 miliar, susut dari Rp717,67 miliar. Beban sebelum pajak penghasilan Rp70,20 miliar, turun dari Rp176,91 miliar. 


Laba periode berjalan Rp201,75 miliar, melorot dari Rp540,75 miliar. Ekuitas bersih Rp5,06 triliun, turun dari edisi akhir 2022 sejumlah Rp5,23 triliun. Total liabilitas Rp5,09 triliun, melejit dari akhir tahun lalu Rp5,01 triliun. Jumlah aset terakumulasi senilai Rp10,16 triliun, turun dari posisi akhir tahun lalu sejumlah Rp10,24 triliun. (*)